Malam itu, tiga orang berada di tempat berbeda. Andara mengira Adinda telah memilih Giyo. Giyo mengira Adinda semakin bergantung kepadanya. Dan Adinda. Ia hanya tahu satu hal. Semakin lama ia diam, semakin sulit untuk keluar. Namun, rahasia itu masih aman. Belum ada seorang pun yang mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Dan untuk sementara, Adinda memilih membiarkannya tetap begitu. Di luar sana, semua orang melihat sebuah kisah cinta. Hanya Adinda yang tahu bahwa di balik kisah itu, ada ketakutan yang tidak pernah mampu ia ceritakan.Ia berdiri dan membuka lemari. Hari itu ia berniat membantu ibunya membuat kue. Setidaknya dengan sibuk, pikirnya, ia tidak perlu memikirkan Andara dan juga Giyo. Di dapur, Pujimaharani sedang mengaduk adonan. Adinda kemudian duduk di kursi kecil dekat meja. Ibunya memperhatikannya.“Dinda, tolong ambilkan tepung.”Adinda mengambil tepung dari rak. “Ini, Bu.”“Terima kasih.” 
Magbasa pa