Mendengar keraguan dalam nada Stella Charlotte, Noah Jefferson menangkap isyarat bahwa ia sebenarnya ingin tinggal—meski masih ragu. Ia segera membujuk dengan khawatir, "Kakak ipar, jangan impulsif. Kamu pewaris utama keluarga Charlotte. Jika kamu tidak kembali selama seratus tahun, bagaimana dengan keluarga kita?" Justru kata-kata itu membuat wajah Stella menegang. "Kalau aku pulang tanpa hasil, kakek mungkin tak menyalahkanku, tapi aku akan menyesal seumur hidup." Tatapannya serius. "Ini kesempatan langka yang diberikan leluhur. Jika aku berhasil menguasai ilmu medis di sini, keluarga Charlotte bisa bangkit kembali—bahkan melampaui kejayaan masa lalu." Noah mengerutkan kening. "Kakak ipar, pikir baik-baik. Tempat ini tak akan ke mana-mana. Kau sudah tahu cara membuka pintu rahasia dengan darahmu. Lebih baik pulang dulu, diskusikan dengan kakek dan para tetua. Jika mereka setuju, kau bisa kembali dengan persiapan matang." Noah jarang berbicara panjang, apalagi membujuk orang. K
Last Updated : 2025-10-22 Read more