Leo benar-benar enggan membuka kedua matanya, jika bukan karena suara lembut sang mama yang membangunkan tidurnya. Seandainya ia bisa memilih, Leo ingin terus tenggelam dalam tidur tanpa akhir, tidur yang membuatnya bebas dari kenyataan, bebas dari rasa sakit yang telah menghancurkan hatinya, bebas dari pikiran tentang pria yang telah menghancurkan hidupnya."Sayang, bangunlah. Ini sudah jam sepuluh," suara Lili yang lembut, terdengar jelas di kedua telinga Leo.Leo meringis kecil, menarik selimut hingga menutupi setengah wajahnya. "Emm, Ma jangan ganggu aku. Tolong," gumamnya lemah, suaranya parau khas bangun tidur.Lili menghela napas. Ada kekhawatiran yang jelas pada raut wajah wanita itu. "Sayang, ada James dan juga orang tuanya."Seakan tersengat listrik, Leo langsung membuka kedua matanya lebar-lebar. Nafasnya tercekat. Nama yang baru saja sang mama sebut. Nama yang tidak ingin ia dengar seumur hidupnya. Nama pria yang telah menghancurkan hatinya.Ingatan tentang pria itu kembal
Last Updated : 2025-11-29 Read more