LOGIN"Aku akan memberi pinjaman, asal kamu mau tidur denganku malam ini." Di pernikahan yang ke empat dengan sang suami, Lili harus melihat usaha sang suami bangkrut dan hutang dimana-mana, hingga membuat sang suami frustasi. Mau tidak mau Lili membantu mencari pinjaman untuk membayar hutang yang jumlahnya tidak sedikit. Sampai akhirnya, Lili di perintah sang suami untuk meminjam uang pada sahabat lamanya yang baru kembali dari luar negeri. Namun, alangkah terkejutnya Lili. Saat sahabat sang suami mau meminjamkannya uang, tapi dengan syarat yang begitu gila.
View MoreUntuk pertama kalinya Lili ingin melawan sang suami dan berpihak pada sang putri, tapi itu semua malah menjadi bomerang untuk Leo.Karena sejak malam itu, sang papa tidak mengijinkan Leo keluar dari dalam rumah dengan alasan apapun. Sampai-sampai dokter kandungan Leo datang ke rumah untuk pemeriksaan rutin.Begitupun dengan Damian, hingga detik ini belum sama sekali bertemu dengan Leo. Meskipun segala cara sudah dilakukannya, tapi tidak membuahkan hasil, karena papa mertuanya itu seolah tahu pergerakannya. Lili masuk ke dalam kamar, dimana Leo sedang duduk sambil termenung. "Maafkan mama sayang," kata Lili mendekati sang putri dan duduk disampingnya. "Sejak malam itu, kamu sama sekali tidak bisa keluar dari rumah."Leo tidak menimpali yang ada menatap pada sang mama. "Ma, aku dengar hari ini papa akan pergi sampai malam?" tanyanya."Benar,""Ini kesempatan aku untuk keluar dari rumah Ma.""Bagaimana caranya sayang, cctv ada dimana mana. Dan papa kamu terus mengawasi dimanapun dia bera
Leo benar-benar tidak tenang sejak tadi. Deretan toko barang mewah yang ia masuki bersama sang mama sama sekali tidak mampu menarik perhatiannya. Gaun-gaun mahal, sepatu berkilau, tas bermerek, semuanya terasa kosong. Hatinya hanya tertuju pada satu hal, Damian sang suami.Ia berjalan di samping Lili dengan senyum yang dipaksakan, sesekali mengangguk ketika sang mama bertanya pendapatnya. Padahal pikirannya sibuk menyusun rencana kabur. Ia harus menemui Damian. Apa pun caranya."Sayang, sekarang kita makan ya," ajak Lili lembut sambil menggandeng tangan putrinya menuju sebuah restoran mewah di sudut pusat perbelanjaan itu.Leo menurut, meski langkahnya terasa berat. Restoran itu dipenuhi lampu gantung kristal dan alunan musik piano yang lembut. Semua tampak hangat dan elegan, bertolak belakang dengan kegelisahan di dalam dada Leo."Duduklah, sayang." Lili menarik kursi untuknya.Leo duduk, tapi kedua matanya terus bergerak, memperhatikan pintu keluar, lorong menuju toilet, bahkan pint
Angin sore berembus pelan di belakang rumah kayu, menggerakkan ujung-ujung kelopak bunga yang tumbuh dengan tertata indah. Tempat itu adalah tempat favorit Leo, tempat ia biasa duduk sambil membaca, atau sekadar memandangi langit dengan senyum kecil yang selalu membuat Damian merasa dunia ini baik-baik saja.Kini Damian duduk sendirian di bangku kayu yang mulai rapuh, punggungnya bersandar lemah pada dinding rumah kayu itu. Sudah berhari-hari ia selalu diusir secara halus oleh Papa mertuanya dengan tegas melarangnya menemui Leo, bahkan sekadar melihat dari jauh pun tidak diizinkan.Jadi Damian memilih bertahan di sini di rumah kayu, tempat favorit sang istri.Tatapannya kosong, tertuju pada hamparan bunga warna-warni di depannya. Ia hafal betul kebahagiaan Leo ketika berada di taman.Senyum tipis terukir di bibir Damian, tapi matanya justru memanas.Keindahan taman kecil itu sama sekali tidak mampu menenangkan hatinya. Hatinya terasa kosong, seperti rumah tanpa cahaya. Ia tidak bisa m
Langit sore terlihat pucat dari balik jendela kamar Leo. Tirai tipis yang tertiup angin membuat cahaya masuk dengan lembut, tapi tidak cukup untuk mengusir sesak di dadanya. Sudah seminggu ia kembali dari rumah sakit, dan selama itu pula ia merasa seperti tahanan di rumahnya sendiri.Lio benar-benar menepati ucapannya. Ia tidak membiarkan Damian datang menjenguk saat Leo masih dirawat. Bahkan setelah dokter memperbolehkan pulang, Lio langsung membawa Leo ke rumah orang tuanya, bukan ke rumah suaminya.Setiap kali Leo memohon, jawabannya selalu sama, tidak.Di ruang keluarga, suasana terasa jauh lebih tegang daripada biasanya."Sayang, kamu jangan seperti ini pada putri kita," ucap Lili pelan. Ia duduk di samping suaminya yang tampak tenang membaca majalah, seolah tidak ada masalah besar yang sedang terjadi dalam keluarga mereka.Lio menutup majalah itu dengan suara cukup keras. Ia menoleh pada istrinya dengan sorot mata penuh ketegasan. "Seperti ini? Apa kamu ingin aku membiarkan Leo












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore