“Mas aku mau,” gumam Tavisha lirih, ketika bibir mereka terlepas sejenak.Tavisha tak tahu dari mana keberanian itu hadir. Tapi, ia merasa sangat yakin. Entah mengapa, tiba-tiba ia merasa sudah lama mengenal pria di dekatnya. Padahal, Tavisha pernah menolak bahkan mengajukan perjanjian untuk bercerai. Akan tetapi, setelah melihat bagaimana Yudha marah karena ia terlalu dekat dengan laki-laki lain, pulang larut malam, dan bahkan memberikan perhatian meski sekecil menawarkan makanan—membuat hati Tavisha goyah. Sosok pria dingin itu, pada kenyataannya memiliki perhatian yang bukan hanya sekadar kewajiban. Dan semua itu, tidak pernah ia dapatkan dari seorang ayah yang seharusnya menjadi cinta pertama anak perempuan.“Tavisha, saya tidak mau kamu menyesal.”Saat Yudha mengucapkan kalimat itu, Tavisha sempat terdiam. Bukannya ia ragu. Justru, ia merasa tersentuh. Mana ada pria yang bisa menahan diri demi menjaga perasaan seorang perempuan? Tapi, Yudha melakukan itu. Suaminya seolah meyakinka
Terakhir Diperbarui : 2025-08-01 Baca selengkapnya