Tiara menggigit bibirnya, lalu berkata, "Dewa Hyang, maaf, aku tidak bisa mematuhinya."Seketika, tatapan Dewa Hyang menjadi tajam seperti pisau. Dia menatap Tiara dan berkata, "Kamu berani melanggar perintahku?""Tiara, kamu seharusnya tahu apa akibatnya kalau melanggar perintahku. Aku sarankan kamu pikirkan baik-baik."Wajah Tiara tetap tenang. Dia kembali berkata, "Dewa Hyang, aku tidak bisa mematuhinya."Hmph!Dewa Hyang mendengus keras, lalu berkata dengan marah, "Tiara, melayaniku adalah takdirmu. Sudi atau nggak, kamu harus menurut. Kamu benar-benar mengira kedatanganmu ke wilayah Miro ini adalah kebetulan?"Tiara tampak bingung. "Apa maksud Anda?"Dewa Hyang berkata, "Dulu, ayah angkatmu membawamu dari panti asuhan ke wilayah Miro dan membesarkanmu. Itu atas perintahku.""Nggak mengajarkanmu bela diri juga atas perintahku.""Kamu memiliki kecantikan yang luar biasa. Banyak murid di sekte yang menginginkanmu. Awalnya aku membunuh beberapa orang, tetapi kemudian aku sadar, terlal
Ler mais