INICIAR SESIÓNTidak peduli kamu punya kekuasaan sebesar apa pun, tidak peduli kamu sekaya apa sampai bisa menyaingi negara, jangan sombong di depanku. Aku, Ewan Aditya, bisa menyelamatkan nyawamu, tetapi juga bisa merenggutnya!
Ver más"Apa yang ingin dia lakukan?" tanya Nazar.Ewan balik bertanya, "Tua Bangka, apa kamu tahu kegunaan Bambu Spiritual Pelangi Darah?"Nazar menjawab, "Damar pernah mengatakan bahwa Bambu Spiritual Pelangi Darah bukan cuma bisa digunakan untuk meramu pil, tetapi juga untuk membuat senjata. Selain itu, bambu ini merupakan salah satu makanan kesukaan hewan spiritual ...."Sampai di sini, mata Nazar tiba-tiba membelalak. Dia berseru dengan terkejut, "Ada hewan spiritual di sini?"Ewan mengangguk."Mana mungkin? Apa benar ada hewan spiritual yang berkeliaran di tempat terpencil seperti ini?" Nazar sulit memercayainya.Ewan berkata, "Tadi di kediaman Penguasa Kota, Airani bilang ke Ibob bahwa kalau mereka berhasil menyelesaikan urusan ini, Ketua Aliran akan memberikan hadiah besar kepada mereka setelah kembali.""Coba perhatikan jebakan yang mereka siapkan. Jelas sekali mereka ingin menangkap sesuatu.""Menurutku, kemungkinan besar yang mereka incar adalah hewan spiritual."Joni berkata, "Hewa
Ewan bersembunyi di luar jendela, mengamati Airani dan Ibob yang keluar dari kamar. Setelah itu, mereka mengeluarkan sebuah Perahu Angin dan membawa belasan pelayan terbang menembus angkasa."Mereka mau pergi ke mana?"Ewan merasa penasaran. Setelah itu, dia diam-diam meninggalkan kediaman Penguasa Kota.Sesampainya di luar, begitu Ewan menampakkan diri dari keadaan tak terlihat, Joni langsung berkata, "Tuan, tadi aku melihat sebuah Perahu Angin meninggalkan kediaman Penguasa Kota. Airani dan lelaki tua itu berdiri di atasnya. Apa mereka mau kembali ke markas Aliran Hitam Putih?""Bukan. Mereka mau pergi ke Hutan Angin Hitam." Ewan kemudian menceritakan semua yang didengarnya tadi.Setelah mendengarnya, Nazar mengelus dagu dan berkata, "Sepertinya ada sesuatu yang berharga di Hutan Angin Hitam sampai menarik perhatian Airani."Joni berkata, "Aku tahu Hutan Angin Hitam. Jaraknya sekitar 50 kilometer dari sini. Tempat itu merupakan kawasan pegunungan yang nggak berpenghuni."Pegunungan y
Ewan mengamati sekeliling dan melihat lebih dari seratus penjaga berdiri di depan gerbang kediaman Penguasa Kota. Semuanya berada di puncak tingkat inti emas."Bahkan para penjaga gerbang saja sudah mencapai puncak tingkat inti emas. Sepertinya ada ahli yang sangat kuat di dalam kediaman Penguasa Kota," kata Ewan dengan suara berat.Nazar menasihatinya, "Bocah Tengik, gimana kalau kita jangan ambil risiko? Kalau ada ahli tingkat jiwa baru di dalam sana dan kita sampai ketahuan, habislah riwayat kita!"Ewan tidak rela pergi begitu saja. Setelah berpikir sejenak, dia berkata, "Tua Bangka, Joni, kalian tunggu di sini.""Aku mau masuk untuk selidiki keadaan dulu. Setelah itu, baru kita susun rencana."Joni menasihatinya, "Tuan, demi keselamatanmu, sebaiknya jangan ambil risiko. Penjagaan kediaman Penguasa Kota sangat ketat. Kalau sampai ketahuan, masalahnya bisa sangat besar. Aku nggak percaya Airani akan terus bersembunyi di dalam sana. Lebih baik kita cari tempat untuk mengawasi kediaman
Para pelayan yang diutus Airani dibunuh tanpa ampun oleh Ewan. Bau darah yang menyengat memenuhi tempat itu."Ayo pergi!" kata Ewan.Nazar bertanya, "Bocah Tengik, kamu mau pindah ke tempat yang lebih aman?""Sepertinya pikiranmu sama denganku.""Orang-orang Aliran Hitam Putih ingin membunuh kita. Para pelayan itu gagal menjalankan tugasnya. Aku khawatir Airani akan datang sendiri ke sini. Jadi, sebaiknya kita segera pergi."Ewan berkata, "Tua Bangka, kamu salah paham. Maksudku, kita pergi bunuh Airani."Nazar terdiam.Joni berkata, "Aku juga ikut! Perempuan sialan itu mengancam mau mengebiriku. Aku harus membunuhnya. Oh, ya, Tuan, boleh aku minta satu hal?"Ewan bertanya, "Apa?"Joni berkata, "Bisa nggak kamu melumpuhkan Airani dulu, lalu serahkan dia padaku?""Kenapa? Kamu masih sayang sama dia?" Ewan menasihatinya, "Masih banyak wanita lain di dunia ini. Dia bahkan sudah berniat membunuhmu. Untuk apa kamu masih mengasihaninya?"Joni tersenyum mesum. "Aku bukannya mengasihaninya. Aku






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Calificaciones
reseñasMás