LOGINTidak peduli kamu punya kekuasaan sebesar apa pun, tidak peduli kamu sekaya apa sampai bisa menyaingi negara, jangan sombong di depanku. Aku, Ewan Aditya, bisa menyelamatkan nyawamu, tetapi juga bisa merenggutnya!
View MoreEwan terkejut, lalu buru-buru bertanya, "Pak Latif, ada apa?""Kamu pulang dulu baru kita bicara." Setelah mengatakan itu, Latif langsung menutup telepon.Hati Ewan terasa berat. Kakeknya tahu dia sedang bersama Candy, tapi tetap menelepon dan menyuruhnya pulang. Itu pasti berarti ada masalah besar.Apa yang sebenarnya terjadi?Ewan tidak sempat berpikir panjang, lalu berkata dengan nada meminta maaf, "Candy, aku nggak bisa temani kamu makan. Kakekku menyuruhku pulang sekarang juga."Candy merasa sedikit kecewa. Dia sudah susah payah mendapatkan kesempatan untuk berdua dengan Ewan, tapi terus saja terganggu. Namun, dia tetap berkata dengan pengertian, "Kalau kakekmu cari, pasti ada urusan penting. Kamu cepat pulang saja.""Lalu kamu?" tanya Ewan."Aku pulang naik taksi saja," jawab Candy.Ewan berkata lagi, "Nanti kalau ada waktu, aku temani kamu nonton film."Candy tersenyum dan mengangguk, "Baik."Setelah berpisah, Ewan segera kembali ke rumah keluarga.Begitu masuk.Ewan melihat bah
Pria itu lalu menatap Ewan dengan penuh kebencian dan berkata, "Bocah, ajalmu sudah tiba.""Kak Tandi, cepat habisi dia ....""Diam!" Tandi meliriknya dingin, lalu menatap Candy dan sedikit mengangguk sebagai salam, baru kemudian berkata pada Ewan, "Ewan, hargai aku. Lepaskan dia kali ini."Pria itu terkejut. Dari nada bicara Tandi, dia mendengar jelas ada unsur memohon.Siapa sebenarnya bocah ini? Sampai orang Aula Raja Maut saja terlihat segan padanya?Ewan juga sedikit terkejut. Dia tidak menyangka Tandi langsung memohon untuk pria itu, lalu berkata, "Kalau aku nggak mau hargai kamu?"Tandi berkata tanpa daya, "Kalau kamu nggak mau, aku juga nggak bisa berbuat apa-apa.""Hahaha, aku cuma bercanda. Tentu saja aku tetap menghargaimu." Ewan tersenyum lalu bertanya, "Siapa dia?"Tandi menarik Ewan ke samping dan berkata pelan, "Kamu tahu Juwana dari Haldaria?""Pernah dengar." Ewan tidak asing dengan nama itu.Juwana, orang terkaya di Haldaria dengan kekayaan puluhan triliun, sekaligus
Plak!Begitu sampai di depan pria itu, Ewan langsung menamparnya.Saat terkena tamparan, pria itu membuka mulut dan memuntahkan darah, bahkan dua giginya ikut terlepas."Kamu ...."Plak!Baru saja dia bicara, satu tamparan lagi mendarat."Ah ...."Pria itu murka. Dia langsung menunduk dan menabrak Ewan. Ewan menggeser tubuh sedikit, lalu mengaitkan kaki dengan santai.Brak!Pria itu jatuh tersungkur."Ah!" teriaknya, lalu berbalik. Saat itu, dia melihat Ewan kembali mengangkat kaki kanannya, firasat buruk langsung muncul."Kamu mau apa?" tanyanya dengan panik."Menurutmu?" Ewan mencibir, lalu menginjakkan kaki ke wajahnya.Pria itu ketakutan. Dia ingin menghindar, tapi kaki Ewan seperti memiliki kekuatan aneh yang membuatnya tidak bisa bergerak.Dalam keadaan terdesak, pria itu berteriak, "Aku ini ....""Terserah kamu siapa, aku tetap injak." Kaki Ewan mendarat di wajahnya.Krek.Rahang pria itu langsung bergeser, darah mengalir dari mulut dan hidungnya."Ahhh ...."Matanya memerah dan
"Bocah, cepat berlutut dan bersujud minta maaf padaku, lalu patahkan kedua tanganmu sendiri, aku akan mengampuni nyawamu.""Kalau nggak, aku tembak mati kamu."Candy dengan cepat melangkah ke depan dan berdiri di depan Ewan, lalu berteriak pada pria itu, "Menyimpan senjata ilegal itu kejahatan. Sebaiknya kamu segera menyimpan pistol itu, kalau nggak aku akan ....""Kamu mau apa?" Pria itu mencibir dingin. "Nggak masalah kalau kukasih tahu kamu, aku sudah pernah membunuh orang.""Dan bukan cuma satu.""Bagi aku, membunuh orang itu semudah menyembelih ayam."Melihat pria itu mengeluarkan pistol, Vista juga menjadi berani. Dia berkata dengan nada penuh percaya diri, "Menyinggung Kak Samko sama saja mencari mati.""Bocah, cepat berlutut.""Aku bilang padamu, bahkan kalau Kak Samko membunuhmu, dia nggak akan masuk penjara. Singkatnya, Kak Samko adalah orang yang nggak bisa kalian lawan."Mendengar itu, wajah Ewan menunjukkan senyum sinis.Di dunia ini, masih ada orang yang tidak bisa dia si






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore