"Kamu itu harus banyak berterima kasih sama dia. Kalau nggak ada dia, kemungkinan dulu kamu udah meninggal dibunuh Marco. Apa kamu lupa waktu kamu diculik itu, siapa yang menyelamatkan kamu?" Lagi-lagi, hujan fakta yang dibeberkan Fandi membuat Dirga kehabisan kata-kata. Kini, rasa malu dan tidak enak hati yang menyelimuti, membuatnya tersudut, seperti berada di ambang mulut Singa Kelaparan. "Ayah nggak minta kamu untuk minta maaf, karena Ayah tahu gengsi kamu itu gede, tapi tolong ubah sikap kamu ke Detektif itu. Ya," pungkas Fandi, kemudian berdiri dari sofa. "Ayah mau ngeliat Dylan sama Febby dulu." Ia melangkah menuju kamar anak dan cucunya. Sementara pandang mata Dirga kembali tertuju pada pintu dapur, dimana ada Adrian di sana. "Minta maaf?" gumam Dirga pelan. Ia kembali mengingat apa yang membuatnya bersikap dingin pada Detektif itu, hanya karena cemburu buta. Lalu, tatapannya beralih pada kamar Intan. Ia kembali mengingat niatnya menjodohkan Adrian dengan Intan,
Last Updated : 2026-01-15 Read more