Seusai berbicara, Kamala berbalik dan pergi.Henry ragu sejenak, lalu mencondongkan tubuh ke arah Petra dan berbisik, "Paman, memangnya kamu nggak bisa tenangkan Nenek dulu? Apa kamu harus memperkeruh masalah ini?"Petra menatapnya dengan dingin dan menyahut, "Ini urusanku dengannya. Kamu nggak usah ikut campur.""Aku cuma merasa ... Nenek sudah kelihatan jauh lebih tua dalam beberapa tahun terakhir. Kalau kalian lanjut berselisih seperti ini, yang akan terluka tetap adalah orang yang paling kalian sayangi."Melihat tampang muram Petra, Henry juga tidak berani lanjut membujuknya. Dia berbalik dan mengikuti Kamala.Saat menunggu lift, mereka kebetulan bertemu dengan Adeline. Kamala mengamatinya dari atas ke bawah, lalu berujar dengan nada merendahkan, "Sepertinya kamu sama sekali nggak anggap serius kata-kataku sebelumnya."Adeline menoleh ke arahnya dan menyahut, "Bu Kamala, cuma orang-orang dari Keluarga Suryata yang perlu patuhi kata-katamu. Margaku bukan Suryata, aku juga nggak suka
Read more