Koridor markas militer terasa dingin, walau lampu neon menyala terang. Langkah Hastan bergema pelan di lantai marmer, setiap denting sepatunya seperti menabuh irama jantung yang menegangkan. Ia menahan napas, menyiapkan diri menghadapi satu pertemuan yang ia tahu akan menjadi salah satu momen paling sulit dalam hidupnya. Di depan ruang kerja, ia berdiri sejenak, menyesap udara, mencoba menenangkan diri. Sebentar lagi, ia akan menghadap atasannya—bukan sekadar sebagai letkol yang sedang mengajukan pengunduran diri, tapi sebagai seorang prajurit yang menanggung luka hati, rasa kecewa, dan rahasia yang tak pernah terungkap. Pintu terbuka, dan tatapan mata atasannya langsung menempel pada Hastan. Mata itu bukan hanya penuh kewibawaan, tapi juga hangat—mata yang telah menyaksikan setiap pencapaian Hastan sejak pertama kali masuk divisi cyber. “Hastan…,” kata atasannya perlahan, raut wajahnya campur bingung dan khawatir. “Aku tidak percaya ini… Kau serius ingin mengundurkan diri?” H
Terakhir Diperbarui : 2025-08-29 Baca selengkapnya