“Waaaaah! Om Hastan papa baru aku?” teriak Dio lantang, polos, tapi sukses membuat udara sekitar seketika membeku.Wajah Meira langsung memanas. Jantungnya seperti berhenti berdetak sesaat, lalu memacu cepat sampai telinganya ikut berdenyut. Ia bisa merasakan tatapan orang-orang di sekitarnya, seolah semua udara yang ada menekannya ke sudut.Hastan yang awalnya kaget, justru lebih dulu pulih. Dengan tenang, ia meraih Dio, mengangkat tubuh mungil itu ke gendongannya.“Papa baru? Hmm... boleh juga,” ucap Hastan dengan nada bercanda, sambil tertawa kecil dan mengusap kepala Dio penuh kasih. Senyumnya hangat, tapi sorot matanya menoleh sekilas pada Meira—seakan sedang menguji reaksi wanita itu.“Om Hastan suka panggilan baru itu.”Meira membelalakkan mata, buru-buru mendekat, “Jangan bicara sembarangan, sayang,” ujarnya lembut, mencoba menenangkan Dio sekaligus menutup rasa malunya. Tapi anak itu hanya menyeringai polos, menggeliat nyaman di gendongan Hastan, seolah memang menemukan figur
Terakhir Diperbarui : 2025-08-20 Baca selengkapnya