Susan menjelaskan, "Dia tetangga sebelah, Bu. Aku melihat rondenya masih banyak, jadi aku menyuruh dia mencicipinya sedikit. Sebentar lagi dia akan pulang.""Oh, begitu ...." Mata Wirda menyapu menatap mereka berdua, lalu tatapannya langsung berubah penuh arti. "Nggak apa-apa, nggak perlu terburu-buru pulang. Kalian bisa mengobrol lebih lama. Ibu akan kembali ke kamar dulu, aku nggak akan mengganggu percakapan kalian. Uh .... Nak, anggap saja ini seperti rumahmu sendiri, ya. Jangan sungkan."Daniel langsung mengangguk tanpa ragu.Susan tampak bingung.Sebelum masuk ke kamar, Wirda sempat berputar arah untuk menarik Susan sambil berbisik, "Hebat juga kamu, bisa merayu pemuda setampan ini masuk ke rumah. Kamu harus memanfaatkan kesempatan ini dengan baik, ya!""Kesempatan apa ...."Baru saja Susan membuka mulut, ibunya langsung memotong, "Tapi ingat pesan Ibu, kamu masih seorang siswi SMA, kamu harus menjaga batasan. Kamu boleh saja berpacaran, tapi jangan sampai berakhir di atas tempat
اقرأ المزيد