LOGINSetelah malam penuh kegilaan, dia melahirkan seorang putri, yang disayanginya bagai nyawanya sendiri. Namun, Ryan Sutedja justru membuangnya seperti rongsokan dan mencurahkan seluruh kasih sayangnya pada putra wanita impiannya, membiarkan anak itu menginjak-injak putri kandungnya demi meraih puncak kekuasaan. Di hari ketujuh kematian putrinya, Ryan menggelar pesta pernikahan mewah dan megah untuk wanita impiannya. Dia bahkan membiarkan wanita itu dan putranya mengenakan busana mahal. Bahkan, putra wanita itu juga menjadi pengiring pengantin di pernikahan tersebut. Sementara, putrinya sendiri bahkan tidak mampu memiliki sebuah makam yang layak. Dia memeluk kotak abu jenazah putrinya, lalu menenggelamkannya ke laut. Pada saat itu, Ryan dan wanita impiannya baru saja memasuki kamar pengantin. … Setelah terlahir kembali, dia akhirnya tersadar dan berinisiatif menjauhkan diri dari Ryan. Di kehidupan sebelumnya, dia seperti badut yang berusaha keras di antara Ryan dan wanita impiannya, tetapi tetap saja tidak mendapatkan sedikit pun belas kasih dan perlindungan dari Ryan. Di kehidupan ini, dia dengan sepenuh hati mendukung hubungan Ryan dan wanita impiannya. Di kehidupan sebelumnya, wanita impian itu naik ke posisi tinggi dengan kematian putrinya. Di kehidupan ini, dia membalas dendam dengan cara yang sama, membongkar wajah asli wanita impian itu di depan umum. Di kehidupan sebelumnya, satu-satunya orang yang dia cintai hanyalah Ryan. Dia mencintai Ryan sepenuh hati dan rela mati untuknya. Namun, di kehidupan ini, dia melirik pria lain dan tidak lagi menghiraukan Ryan. Mata Ryan memerah saat berlutut di tanah dan memohon padanya untuk menoleh ke belakang walau hanya sesaat.
View MoreUcapan Ryan kurang lebih berarti mereka tidak akan pernah bertemu lagi.Pada saat ini, Ryan tampak kembali ke kondisinya yang teliti dan profesional seperti robot. Tidak ada gejolak emosi, tenang, berwibawa dan penuh percaya diri. Ryan menatap wajah Susan, lalu berpaling dengan acuh tak acuh.Ryan berbalik dan pergi, sorot tatapannya menjadi dingin.Dia memiliki prinsip bertindak untuk berhenti ketika maksudnya telah tersampaikan.Karena Susan begitu teguh, Ryan memutuskan untuk mengabulkan keinginan gadis itu.Susan memperhatikan sosok Ryan yang menjauh dan akhirnya menghela napas lega.Sebelum dia sempat berpikir, petugas keamanan mendesaknya, "Cepatlah, waktu naik pesawat akan segera berakhir."Wirda langsung mengangguk dan meraih tangan Susan. "Susan, semuanya sudah beres. Ayo kita cepat pergi."Susan mengatupkan bibirnya dan mengangguk. Dia mengambil kopernya, lalu berjalan ke lorong.Namun, langkahnya mendadak berhenti."Kenapa?" tanya Sherra."Apa ada yang terjatuh?" tanya Wirda
Susan tidak berarti apa-apa bagi Ryan.Maksud Ryan kali ini adalah apabila Susan menolak, Ryan juga tidak akan mencoba menghentikannya.Susan teringat ekspresi acuh tak acuh Ryan ketika pria itu hanya menatapnya tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Pada saat itu, Ryan mungkin bertanya-tanya apa Susan layak untuknya.Sudah pasti itu nilai yang selalu ingin diukur oleh Ryan.Sebelum melakukan apa pun, Ryan akan mempertimbangkan apa hal itu layak dilakukan, harus dilakukan, atau bahkan apa dia ingin melakukannya. Satu-satunya kriteria penting bagi Ryan adalah nilai apa yang akan diperolehnya dari hal tersebut dan apa nilai tersebut akan memenuhi harapannya.Sebagian besar hal yang dilakukan Ryan setelah pertimbangan matang akan tercapai sesuai keinginannya.Entah itu memulai bisnis, menikahi Yunda dan memiliki anak, atau membuangnya begitu saja, semua itu adalah hal-hal yang telah diputuskan Ryan setelah pertimbangan matang.Jadi, Susan sama sekali tidak menyangka Ryan akan berulang kali m
Ryan menjawab dengan suara rendah, "Iya, ada sedikit urusan.""Nggak apa-apa, aku akan segera pulang. Kamu tidur dulu saja, oke? Ini sudah larut sekali.""Jangan terlalu dipikirkan. Kamu lagi nggak enak badan akhir-akhir ini, jadi istirahatlah lebih banyak dan jangan membuatku khawatir, oke?"Kali ini, Ryan terdiam cukup lama.Susan melirik Sherra dan Wirda, lalu diam-diam menggenggam kopernya.Tatapan para pengawal tertuju pada setiap gerakan Susan. Tepat saat Susan hendak berbalik, mata para pengawal sontak terbelalak. Ekspresi mereka langsung berubah menjadi lebih serius dan mereka berjalan mengejar Susan.Sherra segera bekerja sama, dia menarik neneknya untuk menghalangi jalan dari kiri dan kanan.Namun, kali ini usahanya sia-sia. Dua orang pengawal menekan bahu Sherra dan neneknya dengan kuat. Tidak kasar, tetapi tetap saja membuat kedua wanita itu tidak bisa bergerak. Wirda juga ditahan oleh pengawal lainnya.Melihat pengawal yang tersisa mengulurkan tangan ke atas bahu Susan unt
Walaupun Yunda tahu Susan sengaja menantangnya dengan kata-kata yang mengundang curiga, walaupun Yunda yakin betul akan rasa cinta Ryan kepadanya, dia tetap merasa tersinggung.Yunda menggenggam ponselnya erat-erat, dia menatap layar ponselnya dengan begitu tajam seolah-olah ingin melubanginya."Susan, lagi-lagi kamu."Yunda meraih ponselnya, lalu bangkit dari tempat tidur dan membanting pintu kamar tidur.Dia tidak percaya Ryan sudah tidur pada jam segini. Dia yakin Ryan tidak akan menghabiskan waktu bersama Susan.Kamar Ryan tidak dijaga, jadi Yunda bisa masuk kapan pun dia mau.Yunda buru-buru membuka pintu Ryan dan mendapati kamar itu kosong.Sorot tatapan Yunda sontak tampak terluka dan marah.Dia mengeluarkan ponselnya dan langsung menelepon Ryan.Di bandara.Sherra dan Wirda menjadikan diri masing-masing sebagai tameng. Setiap kali seorang pengawal mencoba mendekati Susan, mereka akan bergegas menghampiri dan menatap tajam pengawal tersebut. Sherra bahkan menarik neneknya berdir












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore