Shakira terisak, dadanya naik-turun dengan napas yang memburu.Di depannya, pria yang dulu begitu diagungkan karena ketenangannya, kini hancur berkeping-keping. Moncong pistol yang menempel di pelipis Luis menjadi bukti bahwa pria ini sudah benar-benar kehilangan pegangan pada realitas."Den Mas ... tolong, jangan kayak gini," rintih Shakira, air matanya membasahi pipi. "Pikirkan Ruis. Kalau kita mati di sini, siapa yang akan menjaganya? Dia cuma punya aku! Kamu tega ninggalin dia jadi yatim piatu dalam satu hari?"Luis tertawa, suara tawa yang kering dan mengerikan."Dia punya Dek Lewis! Selama ini pun Dek Lewis yang ada di sana, bukan?! Aku udah nggak punya tempat, Ra! Kalau aku nggak bisa memilikimu di dunia ini, seenggaknya di keabadian nanti nggak akan ada orang lain yang memilikimu selain aku!"Shakira menggeleng kuat, air matanya kini membanjiri wajahnya yang pucat. Ia mencoba menyentuh rahang Luis dan mengabaikan risiko peluru itu bisa meledak kapan saja."Den Mas, dengar aku .
Zuletzt aktualisiert : 2026-01-25 Mehr lesen