ログインSesuatu yang sudah tidak bisa ditahan lagi membuatnya makin hilang kendali. Ia mencengkeram kuat kedua tangan Shakira lalu melancarkan apa yang seharusnya didapatkan malam ini. Tapi Luis tidak sadar, siapa yang sedang ia sentuh tanpa rasa bersalah. Shakira yang awalnya terus memberontak dan menangis, berubah merutuki dirinya sendiri ketika efek obat itu bekerja menguasai logika. Dia tidak banyak melawan ketika Luis memimpin permainan. Bahkan menyentuhnya hingga titik terdalam. Apa yang terjadi malam itu bukan sekadar pelampiasan. Itu adalah penghinaan. Pemaksaan. Pelecehan. Setelah mendapatkan keinginannnya yang luar biasa, Luis terbaring pulas di ranjang tanpa merasa bersalah. Dan Shakira merasa sangat kotor dan menyedihkan. Lalu memakai pakaiannya dengan cepat dan menatap Luis dengan ekspresi hancur. “Kamu bakal menyesali semua ini, Luis Hartadi!” Tapi Luis tetap tertidur pulas meski sebanyak apapun Shakira mencacinya.
もっと見るMalam itu, aula hotel bintang lima di pusat Jakarta bermandikan cahaya kristal yang megah.Luis Hartadi melangkah masuk dengan wibawa yang tak tertandingi, namun kali ini sorot matanya tidak tertuju pada jajaran kolega bisnis yang menantinya. Karena seluruh atensinya terpusat pada wanita yang melingkarkan tangan di lengannya.Shakira, istrinya.Shakira tampil memukau dalam balutan dress satin berwarna emerald yang jatuh sempurna membungkus tubuhnya. Rambutnya disanggul modern, menyisakan beberapa helai yang membingkai wajah cantiknya yang kini tampak jauh lebih segar dan bercahaya.Kehadiran mereka berdua seketika menjadi magnet perhatian. Luis, sang penguasa Hartadi Group yang kini lebih hangat, bersanding dengan Shakira yang keanggunannya kian matang setelah kelahiran putri kedua mereka."Kamu cantik malam ini, Ra," bisik Luis, mengabaikan beberapa pasang mata yang mulai berbisik di sekitar mereka.Shakira tersenyum tipis, sebuah senyuman yang menyimpan kebahagiaan."Makasih, Den Mas
Luis berdiri terpaku di depan jendela besar ruang kerjanya, menatap lurus ke arah taman belakang tanpa benar-benar melihat apa pun.Pikirannya masih tertinggal pada percakapan singkat namun padat dengan David. Baru saja mereka turun dari pesawat setelah perjalanan bisnis dari Singapura.Penolakan David satu bulan lalu masih teringat di pikirannya jika ia lebih mementingkan istrinya. Tapi keputusannya baru saja cukup mengejutkan.Luis tidak pernah ikut campur dalam urusan David. Tapi sebagai tangan kanan yang sangat setia, Luis tidak mau David kekurangan satu kebutuhan apapun agar tetap berdiri tegak di sampingnya. Selama bertahun-tahun, David adalah bayangan yang tak pernah mengeluh. Namun kali ini, nada bicaranya di telfon menyimpan sesuatu yang lebih dalam dari sekadar keengganan untuk bertugas.Keputusasaan dan ... kehancuran.Pintu ruang kerja terbuka pelan. Shakira melangkah masuk dengan langkah anggun, membawa secangkir teh hangat yang aromanya segera mengisi ruangan. Ia melihat
Sore itu, sinar matahari keemasan menerobos masuk melalui jendela besar ruang keluarga, menyinari karpet bulu tempat Luis sedang berlutut. Di hadapannya, Laura yang kini sudah menginjak usia satu tahun lebih, sedang berusaha payah menegakkan kaki mungilnya sambil berpegangan pada jemari telunjuk Luis."Ayo, Sayang ... dikit lagi. Anak Ayah pasti bisa," bisik Luis dengan suara lembut yang dulu mustahil terdengar dari mulutnya.Setahun ini, Luis benar-benar bertransformasi. Tajamnya insting bisnis Hartadi Group tetap ia genggam, namun hatinya sepenuhnya milik Shakira dan anak-anak.Kerajaan bisnisnya berjalan sebagaimana mestinya, sementara ia sendiri lebih memilih pulang sebelum matahari terbenam demi melihat perkembangan motorik putri kecilnya.Tepat saat Laura berhasil berdiri tegak selama beberapa detik sebelum kembali terduduk sambil tertawa, seorang asisten rumah tangga muncul di ambang pintu."Permisi, Den Mas. Ada Pak Akhtara Ubaid ada di ruang tamu. Beliau ingin bertemu Den Mas
Pagi itu menjadi hari yang paling mendebarkan untuk Luis. Hampir satu tahun lamanya, dia tidak menginjakkan kaki di gedung tempat ia dulu memberi makan ambisinya hingga ke akar-akar.Dia belum berangkat. Udara di dalam kamar masih tenang, namun ada sesuatu yang membuatnya kikuk untuk kembali.Luis berdiri tegap di depan cermin, mengenakan setelan jas formal yang sudah lama tidak ia pakai. Tergantung rapi sejak satu tahun lalu dan kini, jas itu kembali melekat sempurna di tubuhnya, seolah kemarin Luis hanya sedang liburan.Pantulan tatapannya ketika menatap sesuatu tetap tajam, namun sekarang lebih tenang dan terarah. Kilat ambisi di matanya tidak lagi sesombong dulu.Kemudian Shakira mendekat sambil membawa dasi hitam di tangan. Lalu berdiri tepat di hadapan Luis."Nunduk dikit, Den Mas," ucapnya lembut.Luis menurut sambil tersenyum tipis. Ini pertama kalinya, sebagai istri, Shakira menjalankan fungsinya sebagai pemasang dasi untuk suaminya.Jemari Shakira dengan telaten merapikan ker
Shakira terdiam di tepi ranjang, membiarkan rambutnya berantakan. Kepalanya masih sedikit berdenyut, dan setiap kali ia mencoba mengingat detail malam tadi, rasa panas yang tidak masuk akal itu kembali menghantuinya.Ia menatap telapak tangannya sendiri yang semalam dipakai untuk membelai wajah Luis
Lubis Hartadi bangkit dari kursi pianonya. Ia berdiri tegak, membiarkan keheningan menekan suasana selama beberapa saat, seolah sedang menakar bobot pengakuan putra bungsunya."Istri?" Ayah Luis mengulang kata itu dengan nada datar yang mengerikan."Tujuh tahun kamu buat kami percaya kalau pernikaha
Suasana makan malam yang semula tenang dengan denting sendok dan celoteh cerdas Ruis mendadak pecah saat pintu ruang makan terbuka lebar. Lewis Hartadi, kembaran Luis, melangkah masuk tergesa-gesa dan wajahnya menunjukkan sisa-sisa ketegangan setelah mendengar kabar dari keluarga Paralio jika Shakir
Tangis Ruis masih sesenggukan lalu pertanyaan polosnya menghujam jantung semua orang di ruangan itu.Ia mendongak, menatap Shakira dengan mata yang merah dan basah, lalu beralih menatap Luis dengan tatapan yang seolah meminta perlindungan."Bunda ... kenapa kita pulangnya cuma berdua?""Kenapa Kakek












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
評価
レビューもっと