Wajah Ryan seketika memerah. Dia melirik Yurica.Wajah Yurica juga merona. Dia berkata, "Kalian pasti mimpi. Aku nggak dengar apa-apa kok!""Masih bilang nggak! Semalam kamu ke mana?" tanya adik bungsu. "Aku mau tidur sambil meluk kamu, tapi kamu nggak ada!"Mendengar itu, wajah Yurica semakin merah. "Aku ... aku merasa sempit, jadi aku tidur di sofa bawah!""Oh, begitu." Adik bungsu mengangguk."Paman mana?" Ryan segera mengganti topik, bertanya kepada Yurica."Ayahku sudah sarapan lebih dulu, terus keluar buat mancing. Katanya mau dapatin ikan liar buat kamu, nanti dimakan sambil minum," jawab Yurica."Hahaha. Tolong sampaikan terima kasihku ke Paman, aku benar-benar menghargainya. Tapi hari ini aku nggak bisa minum, nanti aku harus balik kerja," ujar Ryan.Membahas soal kerja, Ryan pun bertanya, "Oh ya, Yurica, kamu belum cerita. Kenapa kamu tiba-tiba resign?"Yurica menghela napas. "Aku nggak mau resign. Tapi Zio pindahin regionku. Dulu region yang aku tangani itu punya banyak pote
Read more