LOGINRyan dikhianati oleh pacarnya dan memilih untuk mengakhiri hubungan dengan tegas. Tak disangka, setelah kembali jomblo, hidupnya justru seperti mendapat "cheat". Dia dipenuhi keberuntungan. Para wanita kaya muda, para wanita karier tangguh, hingga para wanita cantik dengan berbagai pesona, semuanya seakan-akan diatur oleh takdir untuk hadir di sisinya. Mereka menjadi penopang terkuat Ryan, mendorongnya selangkah demi selangkah menuju puncak kejayaan. Mereka yang dulu mengkhianati dan meremehkannya, kini hanya bisa berlutut dan menatapnya dengan penuh penyesalan. Namaku Ryan dan aku ditakdirkan untuk menjadi raja!
View More"Eh? Kamu nggak perlu kerja?" Feliska bertanya dengan terkejut."Aku 'kan kerja sales, waktu cukup bebas. Baru ketemu klien, habis itu nggak ada urusan lagi," jawab Ryan.Setelah tidur semalaman, Feliska bangun dengan tubuh segar bugar. Sekarang semangatnya berkobar-kobar, suasana hatinya juga bagus. Dia berkata, "Oke, kalau begitu kamu datang saja!"Namun, begitu selesai berbicara, dia langsung menyesal. Dia ... seperti mengkhianati adiknya sendiri.Feliska memegang keningnya, tersenyum canggung. Otaknya ini .... Ryan adalah pacar Bianca, calon adik iparnya sendiri. Kalau dia datang ke hotel mencari dirinya seperti ini, apa yang akan dipikirkan adiknya?"Ryan, aku berubah pikiran. Atau nanti saja kamu dan Bianca datang bareng?" tanya Feliska dengan canggung."Aku sudah bilang ke Bianca. Dia bilang malam ini mungkin pulangnya agak telat. Katanya kalau aku ada waktu, lebih baik ke sini duluan buat bantu kamu terapi," jelas Ryan.Memang tadi Ryan sudah menelepon Bianca dulu. Bianca bilan
Begitu mendengar ucapan itu, Marvin langsung takut.Harus tahu, jika Ryan benar-benar memperbesar masalah ini, itu bukan hanya sesederhana masuk pengadilan, tetapi Daffa juga tidak akan melepaskannya.Untuk sesaat, Marvin terdiam, tidak tahu harus membalas apa.Melihat ini, Ray justru mengerutkan kening dan mengangkat tangan. "Ryan, tenang saja. Kami nggak akan hanya mendengar sepihak dari Marvin. Kami akan selidiki dengan jelas. Yang palsu nggak mungkin jadi benar, yang benar nggak mungkin dibuat jadi palsu!""Terima kasih, Pak Ray," ucap Ryan."Tapi ...." Nada Ray berubah. "Marvin sudah menunjukkan fotonya dan memang terbukti kamu mengenal Daffa. Situasinya nggak jelas. Demi keamanan, kamu sementara jangan rapat berikutnya. Pekerjaanmu juga ditangguhkan sementara, sampai semuanya jelas. Semoga kamu bisa memahami kesulitan perusahaan dan bekerja sama."Setelah itu, dia menambahkan, "Tentu saja, gajimu tetap dibayar penuh. Tenang saja!"Ray licik sekaligus berpengalaman. Kata-katanya p
"Apa?"Semua orang di ruangan terkejut."Hei, Marvin, bicara itu harus ada bukti ya!" Larry buru-buru membela Ryan.Marvin berkata, "Tentu saja aku punya bukti!"Sambil berkata begitu, dia mengeluarkan ponselnya dan membuka foto-foto untuk semua orang lihat."Orang dalam foto ini, namanya Daffa, dia adalah gembong narkoba besar di Asria Tenggara!" kata Marvin. "Ryan bekerja untuk dia!"Semua orang menajamkan mata. Dalam foto itu, Daffa tersenyum lebar sambil berjabat tangan dengan Ryan.Foto itu memang foto semalam di restoran. Daffa tahu Ryan adalah penyelamatnya, jadi dia maju dan berjabat tangan secara sopan. Marvin yang punya niat buruk, ternyata diam-diam memotret."Marvin, foto-foto ini dari mana?" tanya Larry."Diambil semalam," jawab Marvin.Kemudian, dia menceritakan kejadian semalam, tetapi dengan memutarbalikkan fakta."Semalam aku benar-benar ketakutan. Aku nggak nyangka Ryan dan Daffa ternyata punya hubungan sedalam ini!" ujar Marvin. "Ryan itu wakil direktur. Seorang waki
Semua orang menoleh ke arah Ryan.Ryan berkata, "Analisis Bu Jesse sangat tepat. Keunggulan EPS Group adalah obat tradisional. Itu adalah fondasi kita. Tapi kalau kita memasukkan obat barat, identitas khas EPS akan hilang. Di pasaran sudah terlalu banyak perusahaan yang menggabungkan pengobatan tradisional dan barat. Kalau kita ikut jalan itu, pada akhirnya kita hanya akan tenggelam di antara mereka!""Bagus sekali!" Larry bertepuk tangan menyetujui.Di sisi lain, Jesse menghela napas panjang. Dadanya naik turun beberapa kali. Dalam hati, dia juga memuji keras. Kata-kata Ryan ini bisa dibilang mewakili suara hati mereka."Hmm, Ryan juga ada benarnya." Mendengar itu, Ray mengangguk. Namun, raut wajahnya tidak terlihat terlalu senang."Ryan!" Marvin langsung membantah, "Sejauh yang aku tahu, kamu baru masuk divisi litbang sekitar satu bulanan, 'kan? Walaupun kamu juga wakil direktur, di sini kamu hanyalah staf spesialis. Apa kamu paham pasar penelitian obat?""Kamu tahu arah besar indust






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews