MasukRyan dikhianati oleh pacarnya dan memilih untuk mengakhiri hubungan dengan tegas. Tak disangka, setelah kembali jomblo, hidupnya justru seperti mendapat "cheat". Dia dipenuhi keberuntungan. Para wanita kaya muda, para wanita karier tangguh, hingga para wanita cantik dengan berbagai pesona, semuanya seakan-akan diatur oleh takdir untuk hadir di sisinya. Mereka menjadi penopang terkuat Ryan, mendorongnya selangkah demi selangkah menuju puncak kejayaan. Mereka yang dulu mengkhianati dan meremehkannya, kini hanya bisa berlutut dan menatapnya dengan penuh penyesalan. Namaku Ryan dan aku ditakdirkan untuk menjadi raja!
Lihat lebih banyakTiga hari kemudian, pada suatu sore, Cathy mengirimkan sebuah pesan kepada Zio.[ Waktunya sudah tepat. Malam ini aku ajak Ryan makan malam. Dia setuju! ]Kalimat singkat itu langsung membuat Zio sangat bersemangat. Akhirnya, dia bisa melancarkan jurus pamungkas.Tanpa menunda, dia segera menelepon Marvin. "Pak Marvin, malam ini ada waktu?""Urusan Ryan sudah beres?" Marvin memang terus menunggu kabar dari Zio."Ya!" jawab Zio. "Malam ini aku ingin mengajak Pak Marvin melihat pertunjukan bagus.""Oke!"....Di sisi lain, di tempat tinggal Ryan, dia sudah menyiapkan makanan tepat ketika Lucya pulang kerja dan tiba di rumah."Ini dia, ikan asam manis favoritmu!" Ryan tersenyum sambil meletakkan hidangan di atas meja makan.Lucya melepas mantel, duduk di sofa, tetapi wajahnya terlihat agak murung. "Ryan, kemari sebentar. Aku mau bicara denganmu.""Hah?" Ryan berjalan mendekat dengan agak bingung. "Bicara apa?""Apa kamu tahu, sekarang di kantor sedang ramai dibicarakan kalau akhir-akhir i
Begitu mendengar bahwa dirinya harus berkorban, Cathy langsung naik pitam. Namun, demi menyelesaikan tugas yang diberikan Ryan kepadanya, dia menekan amarahnya dan bertanya, "Berkorban gimana?""Menjual sedikit daya tarikmu," kata Zio.Api amarah Cathy langsung membara. 'Zio, Zio, apa kamu masih laki-laki? Sampai tega menyuruh pacarmu menjual diri!'Saat itu juga, dia ingin mencaci maki Zio habis-habisan. Namun detik berikutnya, Zio kembali berkata, "Kamu harus merayu Ryan!""Hah?" Kata-kata makian yang sudah sampai di ujung bibir Cathy langsung tertelan kembali. Suasana hatinya berubah 180 derajat, bahkan sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman tipis. "Kamu menyuruhku merayu Pak Ryan?""Ya. Kalau nggak begitu, bisa gimana lagi?" balas Zio.Cathy memaksa menekan senyuman yang hampir terbentuk, lalu berkata dengan wajah serius, "Pak Ryan kelihatannya orang yang sangat berintegritas. Tugas ini cukup berat. Tapi ... aku bisa mencobanya."Namun, Zio mengira Cathy agak keberatan. Dia pu
"Orang pintar memang cukup diberi satu petunjuk saja langsung paham!" Marvin tersenyum puas sambil berkata, "Aku ingin kamu menyelidiki Ryan habis-habisan, cari aibnya. Makin kotor makin bagus!""Pak Marvin." Zio menghela napas, berkata dengan agak lesu, "Sejujurnya sudah lama aku ingin menjatuhkannya, jadi aku juga terus menyelidikinya. Tapi dia ... ternyata cukup bersih!"Marvin mengertakkan gigi sambil mengangguk. "Nggak apa-apa. Kalau jalan ini nggak bisa ditempuh, kita hanya bisa mengambil risiko!""Mengambil risiko gimana?" tanya Zio."Atur satu skandal untuknya, makin besar makin baik."Saat mengatakan itu, Marvin menatap Zio dengan tajam. "Ini ... gimana caranya?"Zio sengaja berpura-pura tidak mengerti."Kamu orang pintar. Hal seperti ini masih perlu kujelaskan?" sahut Marvin. "Selama kamu bisa membuat satu skandal untuknya, aku bisa memanfaatkannya untuk menghancurkannya!"Saat berbicara, Marvin menggertakkan giginya. Ekspresinya tampak kejam seperti orang sakit jiwa."Begitu
Pukul 10.30 pagi, divisi litbang EPS Group.Saat ini, divisi litbang sudah hampir kosong. Hanya Marvin yang tersisa. Dia duduk sendirian di kantor direktur.Kemarin, Ryan sempat mengatakan bahwa siapa pun yang ingin pindah ke divisi teknologi akan diberi lampu hijau. Hampir seluruh staf menyetujuinya, bahkan Jesse juga pindah dan bekerja di bawah Ryan.Efisiensi kerja EPS Group sangat cepat. Pagi ini, persetujuan OA sudah disahkan dan orang-orang sudah tidak sabar untuk segera pindah ke kantor baru divisi teknologi tempat Ryan berada.Marvin justru merasa senang. Dengan demikian, dia kini menjadi direktur divisi litbang. Dia bisa merekrut orang-orang yang dia percaya untuk membentuk tim baru, lalu benar-benar mengukuhkan posisinya sebagai pimpinan divisi litbang.Namun, sebelum merekrut orang, ada satu urusan penting lain yang harus dia selesaikan. Dia melirik jam tangannya dan bergumam, "Seharusnya sudah datang, 'kan?"Begitu kata-kata itu selesai diucapkan, terdengar suara ketukan pi






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan