Indra tersenyum lebar sambil berkata, "Scarlett, sikapmu ini nggak benar. Bagaimanapun juga, Pak Permana adalah ayahmu. Kalau kamu bicara seperti itu, hatinya pasti terluka. Ayo, cepat minta maaf pada ayahmu."Sambil berkata demikian, dia berpura-pura ingin menengahi, tapi tangannya yang gemuk sudah terulur hendak meraih lengan Scarlett. Namun sebelum sempat menyentuhnya, sebuah tangan lain lebih dulu mencengkeram lengannya dengan kuat."Ngomong boleh, tapi jangan sentuh pacar orang, Pak." Terdengar suara yang tenang dan elegan dari samping.Belum sempat Indra bereaksi, genggaman Edric makin menguat. Tangannya mencengkeram dan memelintir lengan Indra ke belakang.Indra menjerit pelan, wajahnya seketika berubah pucat. Rasa sakit menjalar dari bahu hingga siku, tubuhnya ikut membungkuk ke arah yang dipelintir dan nyaris kehilangan keseimbangan. "A ... ah! Sakit! Sakit!" serunya sambil terengah.Edric baru melepaskannya setelah beberapa detik, lalu mengeluarkan tisu basah dan mengelap jar
Read more