Namun sekarang, Edric justru merasa ada sesuatu yang tidak beres. Hanya saja, untuk sesaat dia juga tidak bisa menjelaskannya."Ada apa? Apa terjadi sesuatu?" Melihat Edric lama tidak bersuara, bahu Scarlett menegang. Seketika, dia merasa agak gugup.Edric tersadar kembali. Takut membuatnya khawatir, Edric berkata, "Kemarin dia memang menghubungiku. Dia bilang sekarang dia sangat aman dan menyuruhmu jangan khawatir."Scarlett mengembuskan napas lega. Dia mengeluarkan ponselnya, "Aku akan menelepon Mavin, minta dia kirim sedikit uang ke Florence."Kartu bank memang praktis, tetapi mudah dilacak. Dibandingkan itu, uang tunai dan cek jauh lebih aman.Edric menekan tangannya. "Nanti saja, aku yang kirim orang ke sana. Lagi pula, semakin sedikit orang yang tahu keberadaan Florence, semakin baik."Mendengar itu, Scarlett pun merasa masuk akal."Jangan terlalu banyak berpikir, rawat tubuhmu baik-baik." Edric mencubit pipinya ringan. "Dia begitu menyayangimu, pasti dia akan kembali dan bertemu
อ่านเพิ่มเติม