PRANGGG!Suara pecahan kaca yang nyaring menggema di seluruh ruangan, memekakkan telinga.Lucas Morales, pria yang biasanya setenang air dan sedingin es, baru saja membanting alat gelas kimia yang sedang dipegangnya ke lantai marmer dengan kekuatan penuh. Cairan ungu pekat di dalamnya tumpah ruah, mendesis ngeri saat menyentuh lantai, meninggalkan asap putih berbau tajam yang menyengat hidung.Aku bahkan tidak sempat berkedip ketika tangan kekar Ayah tiba-tiba menyambar kerah kemejaku.Dengan satu sentakan kasar, dia menyeretku mendekat hingga wajah kami hanya berjarak beberapa senti. Aku bisa melihat urat-urat merah yang timbul di matanya yang biasanya datar. Napasnya memburu, bukan karena lelah, tapi karena amarah yang meledak."Ulangi!" bentaknya, suaranya menggelegar seperti petir. "Lambang apa persisnya yang dilihat istrimu?! Jangan sampai ada satu detail pun yang salah!"Aku menatap mata Ayah tanpa gentar. Aku tahu, ketakutan hanya akan membuatnya semakin murka."Mahkota Hitam,"
Última actualización : 2026-01-11 Leer más