Kotak kecil di saku dalam jasku terasa sangat berat, seolah terbuat dari timah panas yang membakar kulit dada di atas jantungku. Aroma samar darah dan besi dari potongan jari itu sepertinya hanya tercium olehku, tapi bagiku, bau itu sudah cukup untuk memicu insting membunuh yang kucoba tahan sekuat tenaga."Kita mau ke mana, Rey?" tanya Amanda saat aku menuntunnya menaiki tangga melingkar menuju lantai dua Grand Hall."Ke tempat yang lebih tenang," jawabku singkat. "Ayah menunggu di atas."Kami melangkah melewati penjaga bertubuh kekar yang berjaga di akses tangga. Begitu kami sampai di balkon lantai dua, atmosfer pesta di bawah sana, suara musik, tawa, dan denting gelas, mendadak terasa jauh.Di sini, di area VVIP, keheningan adalah simbol kekuasaan.Tidak ada musik bising. Hanya ada aroma cerutu kelas satu, wangi scotch berusia puluhan tahun, dan gumaman rendah dari orang-orang yang mengendalikan nasib negara ini.Amanda meremas lenganku lebih erat. Matanya menyapu sekeliling dan ak
Última actualización : 2026-01-24 Leer más