Bos minimarket memandang mobil yang terparkir di pinggir jalan. Seolah melihat wajah yang familier, dia pun maju dan menyapanya. "Baru pulang kerja? Mau beli bir lagi, sama seperti biasa?"Niel mengangguk. "Ya, seperti biasa."Bos mengingat semua pelanggan tetap yang datang ke toko. Dia juga punya kesan yang sangat mendalam terhadap Niel. Bir San Miguel, yang tidak terlalu laris di toko, adalah satu-satunya bir yang disukai pelanggannya ini.Setelah mendengar suara itu, Lily pun menoleh. Begitu melihat pria itu, dia langsung terkejut.Seolah-olah bertemu dengan seorang penyelamat, matanya langsung berbinar. Dia bergegas maju sambil berseru, "Kamu rupanya. Kebetulan sekali!"Niel mengerutkan kening. Sebelum dia sempat berbicara, bos telah bertanya dengan ekspresi bingung, "Kalian kenal?"Sebelum dia sempat menjawab, Lily menyela, "Kenalan lama! Memang benar, semua masalah pasti ada jalan keluar. Bos, jangan khawatir. Berapa harga power bank ini? Sini biar kubayar!""Harganya cuma belasa
Ler mais