MasukTiga bulan sebelum cerai, dia mengajukan permohonan pindah kerja. Sebulan sebelum cerai, dia mengirimkan surat perjanjian cerai pada Jason. Tiga hari sebelum cerai, dia membereskan semua barang-barangnya dan pindah dari rumah mereka. ... Hubungan enam tahun kandas begitu saja. Clara tersadar sepenuhnya di saat Jason muncul di hadapannya bersama cinta pertamanya. Anak cinta pertamanya juga memanggil Jason dengan sebutan 'Ayah'. Lantaran Jason terus membuat Clara menoleransi kehadiran cinta pertamanya beserta putranya, seolah-olah Clara itu simpanan yang hanya bisa disembunyikan, lebih baik dia mengakhiri pernikahan mereka dan merestui Jason dengan cinta pertamanya. Namun di saat Clara sepenuhnya menghilang dari dunianya, Jason menjadi gila. Dia mengira Jason akan mendapatkan apa yang diinginkannya dan menikahi cinta pertamanya. Namun, Clara tidak menyangka pria yang begitu arogan itu akan mengemis cinta padanya di depan media dengan mata merah. "Aku nggak selingkuh. Aku juga nggak punya anak haram. Aku cuma punya istri yang nggak menginginkanku lagi. Namanya Clara Sengadi. Aku merindukannya!"
Lihat lebih banyakKeesokan paginya, Najeela keluar dari kamarnya dan perlahan mengintip ke ruang tamu.Victor sedang membuat kopi di meja makan dan juga menyiapkan sarapan.Jelas-jelas, Victor yang mengucapkan kata-kata itu, tetapi justru Najeela yang mengalami insomnia sepanjang malam.Najeela menarik napas dalam-dalam sebelum keluar.Victor mengangkat matanya, menatap wanita itu menarik kursi dan duduk. Kemudian, pria itu menggeser sepiring roti panggang telur dan salad ke depannya."Cuma ini yang bisa aku buat. Besok pelayan baru mulai kerja.""Kalian sungguh mempekerjakan pelayan?"Benar juga ....Identitas mereka tidak sederhana.Mereka jelas tidak terlihat seperti keluarga yang kekurangan uang."Mempekerjakan pelayan termasuk kebutuhan sekunder. Paling nggak, bertambah satu orang di rumah akan membuatmu merasa lebih nyaman."Najeela terkejut. Victor tahu dia akan merasa tidak nyaman?Namun, dia merasa pria itu mungkin salah paham, jadi dia segera menjelaskan, "Bukan itu maksudku. Aku tahu kamu itu
"Aku nggak pandai dalam manajemen, dan aku juga terbiasa melakukan segala sesuatu dengan caraku sendiri, jadi aku nggak bisa menjadi seorang pemimpin."Jason terkekeh pelan dan menggenggam tangannya. "Nggak apa-apa, kamu juga nggak perlu belajar. Biar aku yang menangani urusan perusahaan. Kamu cuma perlu melakukan apa yang ingin kamu lakukan."Clara hendak mengatakan sesuatu, tetapi dia tiba-tiba menerima telepon dari Victor....Cahaya di luar jendela berangsur-angsur meredup.Victor melirik arlojinya, tetapi sosok itu masih saja belum kembali.Najeela pindah dari asrama dan tidak pergi ke tempat Clara. Ke mana dia bisa pergi?Dia mendadak teringat pada sosok yang sekilas terlihat tadi pagi. Dia sedikit mengerutkan kening, ragu sejenak, lalu mengambil kunci mobilnya dan keluar.Sementara itu, Najeela tidak membalas pesan Clara, dan tetap menyendiri di taman yang sunyi.Taman yang tadinya masih ramai itu dengan cepat menjadi sepi.Dia mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya yang koso
Ketika Najeela pulang dari tempat tinggal baru Clara, dan baru menginjakkan kaki di depan pintu masuk, dia melihat mobil Owen terparkir di gerbang.Owen dan Victor tengah berjalan keluar dari rumah."Adikmu benar-benar pindah keluar ya? Kalau begitu, sekarang hanya tinggal kamu dan gadis itu saja ...." Owen menyeringai nakal.Victor memelototinya. "Singkirkan pikiran-pikiran nggak pantas itu dari kepalamu."Owen melambaikan tangannya. "Hei, aku cuma bercanda!"Najeela mulanya ingin masuk ke dalam, tetapi secara naluriah bersembunyi. Setelah bereaksi kembali, dia merasa sangat malu.Kenapa dia bersembunyi?Seolah-olah dia naksir diam-diam saja.Memikirkan hal itu, dia menarik napas dalam-dalam dan hendak keluar ketika kata-kata Owen selanjutnya membuatnya berhenti di tempat."Kamu menggunakan akun kecil untuk memberi hadiah kepadanya dalam jumlah uang yang begitu banyak. Aku sama sekali nggak percaya kamu nggak punya perasaan padanya." Owen bersandar di mobil, lengannya bertumpu pada pi
Setelah kembali ke rumah, Najeela melihat laporan USG di tangan Clara dan merasa gembira untuknya. "Wah, anak kembar! Kamu luar biasa! Kamu telah menyelesaikan apa yang kebanyakan orang lain lakukan dalam tiga tahun dengan punya dua bayi sekaligus.""Aku masih linglung sekarang. Ini benar-benar di luar dugaan." Clara menundukkan pandangan dan mengelus perut bagian bawahnya. "Bagaimana kalau kedua bayi ini sangat nakal?"Najeela duduk di sebelahnya. "Nggak apa-apa. Tuan Jason begitu menyayangimu sekarang. Dia pasti akan mendidik anaknya dengan baik sebagai seorang ayah.""Jangan sampai anak-anak mengikuti kepribadian ayahnya."Keduanya tiba-tiba saling pandang dan tertawa terbahak-bahak.Najeela jelas memahami maksudnya. "Kalau anak laki-laki, kepribadiannya boleh mengikutimu. Tapi kalau anak perempuan, nggak ada salahnya mengikuti ayahnya. Perempuan harus lebih pintar menjaga jarak. Dengan begitu, para bajingan akan menjauh darinya!"Kedua wanita di dalam rumah sedang mengobrol sambil












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Peringkat
Ulasan-ulasanLebih banyak