Mag-log inTiga bulan sebelum cerai, dia mengajukan permohonan pindah kerja. Sebulan sebelum cerai, dia mengirimkan surat perjanjian cerai pada Jason. Tiga hari sebelum cerai, dia membereskan semua barang-barangnya dan pindah dari rumah mereka. ... Hubungan enam tahun kandas begitu saja. Clara tersadar sepenuhnya di saat Jason muncul di hadapannya bersama cinta pertamanya. Anak cinta pertamanya juga memanggil Jason dengan sebutan 'Ayah'. Lantaran Jason terus membuat Clara menoleransi kehadiran cinta pertamanya beserta putranya, seolah-olah Clara itu simpanan yang hanya bisa disembunyikan, lebih baik dia mengakhiri pernikahan mereka dan merestui Jason dengan cinta pertamanya. Namun di saat Clara sepenuhnya menghilang dari dunianya, Jason menjadi gila. Dia mengira Jason akan mendapatkan apa yang diinginkannya dan menikahi cinta pertamanya. Namun, Clara tidak menyangka pria yang begitu arogan itu akan mengemis cinta padanya di depan media dengan mata merah. "Aku nggak selingkuh. Aku juga nggak punya anak haram. Aku cuma punya istri yang nggak menginginkanku lagi. Namanya Clara Sengadi. Aku merindukannya!"
view moreHansen sangat kesal begitu mengetahui kejadian pagi ini. "Dulu aku mengira Nando itu orang baik, tapi aku nggak menyangka dia akan sejahat itu!""Sudahlah. Toh, aku baik-baik saja sekarang, jadi nggak perlu marah-marah karena orang lain." Clara menuangkan segelas susu hangat untuk dirinya sendiri.Hansen menatapnya. "Kalau ada pertama kali, pasti akan ada yang kedua kalinya. Siapa yang bisa menjamin dia nggak akan kembali?"Clara mengangkat dagunya dan menunjuk ke arah jendela. "Apa kamu melihat mobil yang terparkir di luar?"Mendengar perkataannya, Hansen baru merasa aneh. "Dari mana mobil itu berasal? Aku belum pernah melihatnya sebelumnya.""Anak buahnya Jason." Clara mengusap tepi gelas, mengangkatnya, dan menyesap susu.Hansen menundukkan kelopak matanya dan bergumam, "Bukankah kamu sudah bercerai dengannya?""Meski sudah bercerai, bukan berarti aku nggak boleh memanfaatkannya, 'kan? Dia sendiri yang meninggalkan anak buahnya di sini, bukan aku yang memintanya," kata Clara dengan
Clara mendongak menatap wajah tampannya yang begitu dekat dengannya dan tersenyum. "Itulah yang aku pikirkan. Aku nggak tahu apa yang dipikirkan Pak Jason."Pria itu mengerutkan bibir tipisnya dan bergeming untuk waktu lama.Clara selesai mengoleskan obat padanya. "Suruh anak buahmu masuk dan minum sup. Cuaca begitu dingin. Aku nggak ingin kalian sia-sia datang jauh-jauh ke sini."Jason menatapnya dan tampak termenung.Beberapa saat kemudian.Billy duduk di sebelah Jason, memandang sekeliling dengan sedikit rasa penasaran. "Aku sangat beruntung bisa mencicipi masakan Nyonya. Pak Jason, masakan Nyonya pasti sangat enak, 'kan?"Jason meliriknya. "Anna nggak pernah bilang kamu banyak bicara."Billy tertawa canggung. "Kakekku bilang aku cerewet sejak kecil. Ehem, aku akan berusaha sebaik mungkin untuk berubah."Clara keluar membawa dua mangkuk sup. Billy sudah tidak sabar untuk mencicipinya, tetapi ketika melihat benda putih yang mengambang di dalam sup, bentuknya seperti tahu tetapi juga
Jason membuka kancing mantelnya. Sebelum Nando sempat bangkit, dia menindihnya dan meninju wajahnya lagi. Bunyi dentuman tulang yang saling berbenturan terdengar sangat jelas.Akibat pukulan itu, wajah Nando berbalik ke samping dan hidungnya berdarah. Di saat Jason kembali mengangkat tinjunya, Nando terbatuk mengeluarkan seteguk air liur berdarah dan tertawa lebih gila lagi. "Kalau kamu hebat, pukul aku sampai mati saja."Kegarangan di mata Jason hampir meluap. Buku-buku jarinya berubah menjadi putih kebiruan karena kepalan tinju. Dia kembali mengayunkan tinjunya ke bawah lagi.Namun kali ini, tinju itu tidak mengenai wajah Nando, melainkan lantai di dekat telinganya. Dia bahkan bisa merasakan getaran saat tulangnya membentur lantai.Mata Jason memerah karena amarah, tetapi dia belum sepenuhnya kehilangan akal sehatnya.Melihat itu, Nando mencibir. "Lihat dirimu sekarang, kamu kira kamu masih bisa menyentuhku?""Kamu nggak layak mati di tanganku."Suara Jason sedingin es. Dia berdiri d
Yang penting dia bisa menenangkannya untuk saat ini dulu, pikir Clara. Masalah lain hari biarlah dibicarakan lain kali.Nando menatapnya, tetapi tidak melihat respons emosional apa pun di mata wanita itu. Sebaliknya, dia melihat ketakutan di mata wanita itu dan keinginan untuk memutuskan hubungan dengannya secepat mungkin.Apa mereka berdua kini bahkan tidak bisa menjadi teman biasa lagi?Nando mengakui bahwa dia tidak pernah kekurangan wanita di sisinya. Dia sebelumnya tidak percaya bahwa dia akan jatuh cinta dengan wanita mana pun, apalagi pada wanita yang sudah menikah!Dia mulanya mendekati wanita itu memang karena punya motif tersembunyi, tetapi bantuan yang dia berikan pada wanita itu setelahnya juga tulus berasal dari lubuk hatinya.Wanita itu bahkan bisa memaafkan Jason, yang mana pernah menyakiti hatinya, lantas mengapa dia tidak bisa memaafkannya?Nando tiba-tiba meraih bahu Clara dan memeluknya erat. Detik berikutnya, Nando telah menariknya ke dalam pelukannya.Tindakan mend
Meski Giana tidak puas, putranya pada dasarnya memang tidak dekat dengannya dan suaminya. Jika dia bersikap lebih tegas, dia khawatir akan menjerumuskan hubungan mereka ke jurang kehancuran.Dia menarik napas dalam-dalam, menenangkan diri, lalu menoleh dan menatap Melda. "Mengapa kamu memprovokasi C
Clara menghindari tatapan membara pria itu. "Teruslah bermimpi. Lepaskan aku."Jason tersenyum, tetapi tidak menjawabnya. Dia melepaskannya, lalu dengan santai merapikan pakaiannya. "Kamu nggak perlu ikut campur masalah putri Keluarga Sucipto lagi.""Dia temanku!""Di saat kamu nggak punya kemampuan
Sindy mengepalkan tangannya. Wajahnya langsung berubah dingin. "Omong kosong apa yang kamu bicarakan?""Meski kamu bersikap seolah nggak percaya, aku yakin dalam hatimu, kamu sudah tahu kebenarannya." Clara menatapnya dengan ekspresi tenang. "Sebenarnya, kalau aku nggak melihat tahi lalat merah di p
Nyonya Hanifa tersenyum dan berdiri. "Kebetulan sekali. Pak Jason juga datang." Selesai berbicara, dia kembali menatapnya. "Nyonya Horman yakin nggak datang bersama Pak Jason?"Clara memalingkan muka, lalu tersenyum canggung. "Hanya kebetulan saja.""Rupanya Nyonya Horman juga datang. Kebetulan seka






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Mga Ratings
RebyuMore