Bab 15 Permintaan Kecil"Kamu naik dulu ke lantai dua, biar Kakek bicara berdua dengan Ian.""Tapi, Kek, lebih baik aku juga ikut bicara." Bashira tetap ingin duduk di tempatnya."Ra, bagaimana kalau Ian masih tidak mau bicara dengan kamu?"Bashira langsung cemberut saat itu juga. Baru tiga langkah menaiki undakan tangga, ia menoleh ke belakang. Sabian sudah duduk di depan Gunawan, mengisi tempat Bashira sebelumnya."Semoga dia gampang memaafkan orang lain," ucap Bashira penuh harap."Terima kasih sudah datang ke sini, Yan," ucap Gunawan dengan senyum."Bukan masalah, Kek, aku senang datang ke sini. Sudah lama juga tidak bertamu," balas Sabian seraya memperhatikan interior sekitar.Saat mendiang kakeknya masih hidup, Sabian sempat bertamu beberapa kali ke rumah Gunawan. Lantas ketika diberitahu bahwa dirinya yang akan bertunangan dengan Bashira, Gunawan sendiri yang mendatanginya ke Kalimantan, menjelaskan semuanya dengan sangat rinci."Seperti kata Kakek kemarin malam, Yan, kamu tida
Terakhir Diperbarui : 2026-01-08 Baca selengkapnya