“Arkan,” suara Kinanti terdengar serius.Arkan yang baru saja tiba berhenti melangkah. Ia menoleh ke arah ibunya, sedikit heran mendengar nada suara itu.“Kenapa, Bu?” tanyanya, ada nada penasaran di suaranya.Kinanti menarik napas panjang, lalu menatap putranya dengan sorot mata memohon.“Ibu mohon… kamu deketin Serena, ya.”“Apa?” Arkan terkejut. Alisnya berkerut.“Maksud Ibu gimana?”“Kamu deketin Serena,” ulang Kinanti pelan tapi tegas. “Supaya kalian bisa menikah. Ibu minta kali ini kamu pertimbangkan usulan Ibu.”Arkan berdiri di hadapan ibunya, kedua tangan dimasukkan ke dalam saku celana. Ia mendengarkan tanpa menyela, rahangnya mengeras.“Ibu ingin kamu menikah dengan Serena,” lanjut Kinanti.“Tolong, kali ini saja turuti kemauan Ibu. Ini demi kebaikan kamu… dan juga Nayel.”Tatapan Arkan mengunci mata ibunya.“Serena itu orang baik,” Kinanti melanjutkan, suaranya mulai bergetar.“Ibu nggak mau dia jatuh ke tangan orang lain. Kamu mau, kan, deketin dia pelan-pelan? Nanti juga
Última actualización : 2025-12-18 Leer más