Mungkin karena pukulan Nia berhasil, atau mungkin karena Jordi tersadar kembali, pria itu pun melepaskan cengkeraman tangannya di saat Nia hampir kehabisan napas.Nia jatuh tersungkur ke lantai. Meski dia sangat ketakutan hingga tidak berdaya, dia buru-buru merapatkan tubuhnya ke dinding dan berusaha menjauh dari pria itu."Nia, apa kamu begitu takut padaku?" tanya Jordi sambil menyipitkan mata."Ya, aku takut padamu," jawab Nia dengan suara serak."Kalau kamu takut padaku, mengapa kamu berani mengkhianatiku?""...""Sudah kubilang, jangan pernah muncul di hadapanku lagi!""Aku sudah bersembunyi darimu, tapi kamulah yang mendatangiku!""Nia!"Nia mendongak dan menatap Jordi. Dia tidak ingin menangis atau terlihat lemah, tetapi dia sedang berhadapan dengan Jordi, pria yang teguh dan kejam. Dia benar-benar takut padanya. Air matanya secara naluriah mengalir keluar."Jordi, kumohon, lepaskanlah aku."Jordi menggertakkan giginya. "Dulu saat kamu berani berselingkuh dengan pria lain, apa ka
Leer más