"Andra!"Mata itu memandang dengan penuh penyesalan. Rena bahkan tak bisa menahan dirinya sendiri untuk tidak memeluk Andra. Seakan tak perduli jika ada sepasang mata lain yang memandang mereka.Sejenak tubuh Andra membeku, dia melirik ke arah teman satu gengnya yang ikut terkejut. Begitu juga dengan wanita bermata tajam yang ikut melihat adegan mesra itu."Maafkan, aku.." Rena terisak menangis dalam pelukan Andra.Mendengar suara tangisan itu, barulah Andra sadar jika dirinya tidak bermimpi. Dia lalu membalas pelukan Rena."Tidak apa-apa.""Aku percaya kebohongan yang dibuat Briana. Aku bodoh sekali." Rena menarik diri sambil menghapus air matanya."Tidak masalah. Aku tahu kalian juga pasti percaya dengan ucapan Briana." Ucap Andra yang sebenarnya sakit hati.Sekarang, giliran satu per satu teman Andra memberikan pelukan."Aku minta maaf karena tidak pernah menemuimu, An. Sebenarnya aku ingin sekali, cuma.. aku takut." Ucap Prilia."Iya. Media juga membidik kami, rumah kami juga samp
Last Updated : 2025-12-02 Read more