"Bi Ijah tidak boleh begitu. Tidak baik berbuat kasar," tegur Sandra. "Tuh, dengerin." "Apa?" "Bi," tegur Sandra lagi. "Sandra, aku mohon ya," pinta Dewi dengan belas kasihan. 'Kalau situasi tidak seperti ini, mana sudi aku mohon sama Sandra. Aku harus bisa sabar tiga minggu lagi. Semuanya akan berbalik. Kamu bisa membalas Sandra nanti berkali-kali lipat.' "Kamu yakin, mau melakukan apapun?" pancing Sandra. "Iya aku janji. Aku akan melakukan apapun kalau kamu mau berpura-pura jadi pembantu," mohon Dewi sambil menangkupkan kedua tangan di depan dada. "Nyonya Sandra, Nyonya jangan mau," sahut bi Ijah menatap sinis ke arah Dewi. Dewi menatap tajam ke arah bi Ijah. Bi Ijah mengganggu dia saja. Dia hampir saja bisa merayu Sandra. Wajah Sandra terlihat luluh. "Beneran?" "Nyonya!" "Iya, aku janji," sahut Dewi cepat. "Nyonya," protes bi Ijah lagi. "Nah, kamu dengarkan apa kata Sandra. Kamu jangan macam-macam di sini," ujar Dewi merasa menang. "Bi, Bi Ijah percaya deh sama San
Terakhir Diperbarui : 2026-01-05 Baca selengkapnya