Setelah perjamuan selesai, Xiao Zhi memilih untuk kembali ke paviliunnya dan tidak menginap di istana. Sebelum ia benar benar pulang, Zhao Tian sebenarnya datang menemuinya bersama ibu suri yang juga memandangnya dengan sedikit kasih sayang.“Karena kamu sudah dipilih oleh yang mulia, maka kamu pasti gadis yang baik. Aku sudah mendengar beberapa kabar tentangmu, kamu gadis yang luar biasa. Tidak heran yang mulia sangat menyayangimu. Lihatlah cucu cucuku lalu lihatlah dirimu, mengapa celah di antara satu orang dengan orang lainnya bisa begitu lebar? Padahal kalian sama sama anak muda.” Ucap Ibu Suri sambil meraih tangan Xiao Zhi dan menepuknya ringan.“Ibu suri.” Sapa Xiao Zhi dengan penuh kesopanan. Senyuman ibu suri semakin lebar, ia menganggukkan kepalanya penuh kepuasan. Tidak heran putranya sangat menyukainya, gadis ini cerdas dan patuh. Ia memiliki begitu banyak ide namun juga kemampuan dan keterampilan untuk mewujudkannya.“Anak baik, sering seringlah datang ke istana dan bermai
Read more