LOGINXiao Zhi menyadari ketika ia membuka mata bahwa ia berada di tempat asing yang kuno. Ketika ingatan perlahan mengalir dan ketika ia mengetahui identitas dan latar belakang tempat dimana ia berada sekarang. Ia yakin bahwa ia benar benar telah berpindah ke dalam sebuah buku novel yang dibacanya terakhir kali. ... Merencanakan masa depan untuk tetap bertahan hidup. Mari kita mengecualikan pemeran utama pria dan wanita (Zhao Yifan dan Xiao Ying). Siapa yang memiliki identitas luar biasa dan mampu melindunginya dari Zhao Yifan dan Xiao Ying bahkan melindunginya dari keseluruhan plot novel? Lalu mari kita cari bos besarnya! Kaisar Dinasti Zhao saat ini! Zhao Tian! Lalu kenapa jika dia lebih tua? Di depan cinta umur hanyalah angka! ... Istana penuh dengan intrik dan perselisihan, sebagai seorang kaisar ia sudah melihat begitu banyak intrik, sikap dan kebaikan palsu, pemujaan yang berlebihan, ketulusan yang dimanfaatkan dan kebohongan tanpa akhir. Jika kamu ingin mengambil hatinya maka kamu hanya bisa menjadi seorang gadis yang polos dan murni layaknya mentari kecil yang cahayanya tak pernah padam meski dunia memperlakukannya secara tidak adil.
View MoreKetika Xiao Zhi membuka matanya, yang ia lihat hanya atap kayu yang asing. Matanya berkedip bingung dan pandangan yang samar perlahan menjadi jelas.
Cahaya matahari masuk melalui jendela dan celah celah yang ada. Xiao Zhi merasakan rasa sakit yang hebat di kepalanya dan nafasnya tersendat. Ia terengah engah, bangkit dari tempat tidurnya dengan berkeringat deras. Butuh beberapa waktu hingga akhirnya Xiao Zhi menerima semua ingatan yang tiba tiba mengalir deras dalam ingatannya. Xiao Zhi namanya, gadis cantik dengan gaun tidur kuno berwarna putih. Kulitnya seindah giok dan seputih salju juga selembut sutra. Wajahnya yang kecil nampak manis dan cantik secara bersamaan. Namun lekuk tubuhnya yang indah memberikan kesan lebih seksi dan menggoda. Seperti rubah yang memikat dan iblis yang menggoda untuk setiap orang bernafsu dan memilikinya. Daging di bagian dada itu sedikit menonjol dengan pinggang yang ramping dan perut yang rata. Pinggulnya sedikit lebar dan punggungnya lurus berlanjut ke daging yang terkumpul di atas pahanya. Rambut hitamnya tergerai panjang ke belakang punggungnya. Ada tahi lalat kecil di ujung sudut mata kanannya seperti sebuah ciri khas. Ini adalah kecantikan murni tanpa perubahan yang dibawa oleh manusia. "Sialan!" Umpat Xiao Zhi tiba tiba yang langsung menghancurkan kesan kecantikannya dan menjadikannya liar dan tak bisa diatur. Matanya menyipit dan ia nampak kesal, bibirnya mengerucut dan alisnya mengerut. "Bajingan mana yang membuatku bereinkarnasi di tubuh penjahat ini!" Gumam Xiao Zhi dengan nada suara penuh kesuraman. Ia bangkir dari tempat tidurnya dan duduk di atas tempat tidur kayu sebelumnya. Kali ini ia dapat melihat dengan jelas pemandangan seluruh ruangan. Sebuah paviliun yang luas, nuansa kuno yang kental, dinding dan atap kayu dan segala jenis macam hal nampak ketinggalan zaman. Bahkan jika Xiao Zhi tidak menginginkannya, jawaban sudah ada di depannya! Ia baru saja melintasi waktu datang dan tiba di tubuh penjahat ini. Meskipun bukan penjahat paling besar, tapi ia tetap merupakan seorang penjahat! Nasib semua penjahat sudah ditentukan sejak awal, begitu pula Xiao Zhi. Nasibnya mati tragis tanpa seorangpun yang tahu atau menemani. Ketika Xiao Zhi memikirkan hal ini, ia ingin menangis tanpa air mata. Dunia ini adalah sebuah novel romansa kerajaan kuno dari timur. Pada masa ini, berdiri sebuah dinasti yang agung dengan nama dan prestise yang tersebar ke seluruh penjuru dunia. Semua kerajaan di sekitar datang memberikan upeti setiap tahun, rakyat makmur dan militer yang kuat. Di Bawah kepemimpinan kaisar saat ini, seluruh kekaisaran memasuki era damai. Selain beberapa suku barbar yang terus menyerang di perbatasan. Dinasti Zhao adalah inti dunia, semua orang di kerajaan tetangga datang untuk membungkuk penuh rendah diri. Tidak berlebihan jika dikatakan Dinasti Zhao adalah yang terkuat bukan hanya di dunia tapi juga di sepanjang sejarah dengan tanah yang luas dan rakyat yang melimpah. Hampir tidak ada kemiskinan dan kelaparan. Ini adalah negeri dongeng bagi banyak orang di dunia. Identitas Xiao Zhi saat ini putri pertama sebuah kediaman jenderal. Ayahnya telah memberikan kontribusi besar dalam perang sepuluh tahun yang lalu. Meraih tanah yang luas dari kerajaan tetangga dan mempersembahkan nya pada kekaisaran. Kaisar memberinya gelar sebagai jenderal dan diberikan kediaman ini. Dilihat dari identitasnya, ia seharusnya menjadi wanita kaya yang dihormati. Namun status Xiao Zhi sangat berbeda dari gelar yang ia miliki. Kediaman Jenderal saat ini bisa dikatakan berada dalam pusaran kekacauan. Xiao Zhi memang merupakan putri pertama dan telah menemani ayahnya sejak berada pada masa terpuruk sebelum mendapatkan gelar jenderal. Ayahnya saat itu adalah orang yang sangat menyayangi istri dan putrinya. Namun setelah ia menjadi seorang jenderal, semuanya perlahan berubah. Ia membawa pulang seorang wanita sekembalinya dia dari perbatasan, membuat ibunya merasa patah hati hingga jatuh sakit dan meninggal. Xiao Zhi yang merupakan putri tercinta nya ditelantarkan dan tidak lagi di sayangi. Kasih sayang sang ayah perlahan berganti, untuk seorang putri dari wanita yang dibawanya pulang tersebut. Umurnya hanya dua tahun lebih muda dari dari Xiao Zhi, namun gadis itu benar putri kandung ayahnya. Sebuah fakta yang menyakitkan memberitahu Xiao Zhi dan ibunya bahwa sang ayah telah berselingkuh sejak awal tahun pernikahan dengan ibu Xiao Zhi. Kemudian dalam kediaman tersebut nona kedua keluarga jenderal pun hadir. Ia mendapatkan perlakuan layaknya nona pertama menggantikan Xiao Zhi sepenuhnya, dari semua yang Xiao Zhi miliki hingga kasih sayang sang ayah. Umurnya masih begitu muda saat ibunya meninggal dan saat ayahnya membawa wanita lain bersama saudari tirinya tersebut ke rumah. Hidupnya berubah, tanpa ibu yang melindunginya dan tanpa kasih sayang yang ayahnya berikan. Ia telah dirundung oleh ibu tiri dan saudari tirinya selama sepuluh tahun terakhir. Selain paviliun ini yang ayahnya janjikan untuk ibunya semasa ia masih hidup. Xiao Zhi tidak memiliki hal lainnya. "Sialan!" Gumam Xiao Zhi tak berdaya. Pada saat ini ia melihat langit di luar jendela. Sepertinya matahari mulai tenggelam tapi tak ada satupun pelayan yang datang untuk melayaninya atau menjaganya. Xiao Zhi mengerutkan keningnya dan mencoba mengingat ingat berada di plot mana ia sekarang. Novel romansa ini dimulai dari seorang pangeran yang memiliki teman masa kecil, namun suatu hari teman masa kecil itu tiba tiba menghilang meninggalkan kenangan yang tak terlupakan, kasih sayang dan cinta yang meluap juga kerinduan. Ketika dewasa, sang pangeran mengira telah mendapati bahwa ia menemukan gadis tersebut. Gadis itu adalah Xiao Zhi, kasih sayang dan cinta sang pangeran membuat Xiao Zhi lupa diri dan tenggelam dalam mabuknya. Xiao Zhi sudah lama tidak mendapatkan kasih sayang, dan cinta sang pangeran berhasil menghangatkan hatinya yang hampir mendingin. Keduanya sempat disapa sebagai pasangan paling romantis di kekaisaran. Namun baru kemarin, semuanya berubah. Pangeran tersebut membawa kembali seorang wanita yang merupakan adik tiri dari Xiao Zhi sendiri. Putri dari wanita liar yang dibawa pulang ayahnya. Pangeran mengatakan bahwa Xiao Ying telah menyelamatkannya. Namun sejak pangeran membawa pulang Xiao Ying, itu sudah sama seperti menghancurkan hati Xiao Zhi. Setelah menangis semalaman, Xiao Zhi terlelap begitu saja dan ketika bangun Xiao Zhi dari dunia modern sudah tiba di dunia novel kuno ini."Kamu bisa pergi." Ucap Zhao Tian kepada tabib tua itu. Tabib tua yang mendapatkan pengampunan seakan akan telah hidup kembali dan bergegas keluar dari tenda bersama dengan anak didiknya. Namun sebelum mereka benar benar meninggalkan tenda, suara Zhao Tian sekali lagi terdengar di telinga mereka."Urusan disini lebih baik membusuk di perut kalian. Jika ada orang lain yang tahu, maka kalian tidak perlu berharap kepala kalian masih ada di tempatnya." Zhao Tian mengatakan kalimat itu dengan sikap tenang namun dengan kata kata paling mengerikan. Sekelompok tabib itu sekali lagi jatuh berlutut di tempat."Baik Yang Mulia, kami tidak akan berani mengungkapkan hal ini pada siapapun." Zhao Tian diam dan tidak berbicara dan para tabib melarikan diri dengan kecepatan tercepat yang mereka miliki. Mereka takut Zhao Tian akan berubah pikiran detik berikutnya.Zhang Hao dan Tang Hua tidak berbicara, mereka hanya melihat dalam diam. Zhao Tian duduk di tepi tempat tidur dengan sorot mata bingung dan
Pandangan Zhao Tian beralih, dan ia kembali memfokuskan pandangannya oa6da sosok Xiao Zhi yang masih berbaring dan di obati oleh para tabib prajurit. Di dekat tempat tidur Xiao Zhi, sebuah panah berlumuran darah yang baru saja dikeluarkan dari tubuh Xiao Zhu nampak terbelah menjadi dua.Itu adalah anak panah yang menembus jauh ke dalam tulang belikat Xiao Zhi sebelumnya. Melihatnya saja membuat Zhao Tian merasa sakit hati. Ia tidak merasakannya sebelumnya, bahwa anak panah bisa sebesar itu. Pada saat ini tabib yang baru saja mengobati Xiao Zhi akhirnya menghela nafas lega.Ia menyaksikan Zhao Tian mendekat dan bertanya dengan khawatir. "Bagaimana keadaannya?" Tanya Zhao Tian. Tabib itu tersenyum dan menganggukkan kepalanya menandakan bahwa semuanya terkendali."Nona Zhi sudah melewati masa bahaya dan akan baik baik saja dalam beberapa hari...." Kata kata tabib itu terhenti sejenak. Alisnya mengerut rapat seolah ia ragu apakah harus mengatakannya atau tidak.Zhao Tian menyadari hal ter
Zhao Tian yang memimpin kavaleri secara pribadi memiliki ekspresi muram dan kemarahan jelas terlihat pada kerutan di antara alisnya. Aura tubuhnya mencekam, momentumnya yang sangat kuat seakan akan membawa semua prajurit yang mengikutinya kembali ke medan perang melawan ratusan ribu prajurit musuh.Semakin Zhao Tian mendekat, semakin ia melihat bahwa situasinya sangat buruk. Lebih buruk dari dugaan terburuknya. Ia melihat Xiao Zhi terkapar di tanah dengan Tang Hua yang juga memiliki kondisi tubuh yang parah bersikeras mengabaikan lukanya dan memilih membalut luka luka Xiao Zhi."Aku tidak peduli tentang bagaimana caranya, pokoknya kalian harus menangkap semua pembunuh itu. Aku ingin mereka dan orang dibalik mereka merasakan akibatnya!" Dalam beberapa kalimat, Zhao Tian menyatakan perintahnya. Zhang Hao yang mengikutinya di belakang bersama para prajurit lainnya menjawab dengan keras dan berani. "Perintah Diterima Yang Mulia!"Sementara mereka membagi pasukan dan menyerbu mencari para
"Tang Hua Fokus! Jangan khawatirkan aku! Tangani mereka secepat mungkin!" Teriak Xiao Zhi yang tidak membiarkan Tang Hua terus mengalihkan perhatiannya padanya. Jika Tang Hua tidak bisa fokus maka situasinya tidak akan terpecahkan. Lagipula di antara begitu banyak prajurit yang Zhao Tian berikan padanya, Tang Hua adalah pengawal paling mumpuni dan eksklusif khusus untuk melindungi Xiao Zhi. Tang Hua juga mengerti, jadi setelah ia memastikan Xiao Zhi aman. Ia mulai fokus dengan musuh musuh yang mengelilinginya. Mungkin pihak lain tahu bahwa Tang Hua adalah yang terkuat diantara kelompok ini, jadi pihak pain mengirim lebih banyak orang untuk mengganggu ritme Tang Hua dan lebih jauh lagi menghalanginya untuk mendekati Xiao Zhi dan melaksanakan tugasnya.Bisa dikatakan rencana pihak lain sungguh sempurna, pihak lain sangat mengenal dan memahami Xiao Zhi namun Xiao Zhi sendiri tidak mengetahui siapa yang mengirim orang orang itu kemari.Saat ini semua orang sibuk untuk bertahan hidup send
"jika pihak lain tidak menginginkannya, bukankah kita harus belajar menghormatinya pilihannya?" Ucap Zhao Yifan begitu ia menginjakkan kakinya di tengah pertengkaran tersebut."Kakak Yifan, kamu disini?" Sapa Xiao Ying dengan nada ceria dan gembiranya. Ia tidak bisa menahan diri untuk melangkah leb
Zhao Tian terengah engah menatap Xiao Zhi yang terlelap di bawah tubuhnya. Setelah bekerja keras sepanjang malam, Zhao Tian perlahan berbaring di samping Xiao Zhi dan memeluknya lembut. Keduanya saat ini tengah telanjang, dan hanya terdapat sebuah kain yang menutupi dengan lembut bagian bawah merek
"Apa yang sedang kamu lakukan?" Suara pria yang familiar dan berat tiba tiba menggema di langit malam. Tang Hua sontak menoleh menatap pria yang baru saja datang dan sedang berdiri di atap paviliun Xiao Zhi.Pupil matanya menyusut dan perasaan lega segera menghampiri hatinya. Asalkan pria ini disin
Xiao Zhi meneguk habis satu gelas teh tanpa rasa dan melirik Tang Hua sambil menatap pelayan di depan yang tidak lama kemudian perlahan menghilang dari pandangan keduanya."Sudah pergi?" Tanya Xiao Zhi dengan suara lirih. Tang Hua menganggukkan kepalanya dan mulai berbicara dengan cara berbisik pad






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore