Suara tawa Gara pecah memenuhi ruangan. Namun, itu bukan tawa bahagia, tawa yang dingin, dan penuh luka.“Guyonan Papa mengalahkan komika yang lagi mengemparkan Indonesia saat ini," ujar Gara setelah tawanya mereda, menyisakan getaran sarkasme di udara."Bagaimana mungkin seorang pemimpin Sadewa Construction bisa sebuta itu? Atau Papa sedang mencoba menguji kadar kewarasanku?"Sejak Marina masuk ke rumah ini enam tahun lalu, Gara sudah menganggap keluarnya sebagai musuh bebuyutan. Dan sekarang, ide gila itu muncul, menikah dengan Monic, anak tiri yang selalu tampak 'suci' di mata papanya.“Papa serius?” ucap Gara di sela napas.Sadewa tidak ikut tertawa. Wajahnya kaku, yakin. “Papa tidak bercanda, Gar.”Tawa Gara mereda pelan. Digantikan tatapan dingin. “Papa mau aku menikah dengan adik tiriku.”Monic menunduk. Marina menegakkan punggung, memasang topeng martabat yang paling sempurna.“Dengan anak dari perempuan yang menghancurkan keluargaku,” lanjut Gara. Suaranya rendah, tapi tajam.
Terakhir Diperbarui : 2026-01-12 Baca selengkapnya