Eldric buru-buru memapah Kyna. "Kamu duduk saja. Biar aku yang melakukannya." Setelah dipapah ke sofa, Kyna masih melambaikan tangannya dan menyahut, "Aku baik-baik saja. Aku sama sekali nggak kenapa-napa. Serius ....""Iya, iya, kamu baik-baik saja. Aku pergi beres-beres dulu," sahut Eldric.Namun, baru saja Eldric selesai memasukkan piring ke mesin pencuci piring dan keluar, dia melihat Kyna sudah tertidur di sofa. Berhubung merasa khawatir Kyna mungkin merasa tidak nyaman tidur di sofa, dia membangunkan Kyna dengan pelan, "Kak Kyna, Kak Kyna, tidur di kamar, ya?" Namun, mata Kyna masih terpejam dan dia sama sekali tidak bisa dibangunkan.Eldric menghela napas, lalu menggendong Kyna dan membawanya ke kamar tidur.Kyna memang sudah mabuk. Pipinya terlihat merah seperti mengenakan blush-on. Saat Eldric membungkuk untuk menurunkan Kyna, napas hangat Kyna menyentuh telinganya dan dia langsung menegang.Menatap pipi Kyna yang merona dan bibirnya yang merah menggoda, Eldric benar-benar t
Read more