“Ara, kamu masih sakit?” tanya Arina. Gadis itu datang membawakan sarapan juga obat untuknya. Ara menggeleng, tubuhnya semakin panas, sesekali dia menggigil karena suhu tubuhnya yang terlalu tinggi. “Suhu tubuhmu benar-benar tinggi, aku bilang ke senior yaa? Biar kamu dibawa ke rumah sakit.”“Gapapa, gak usah. Aku gapapa, mana obatnya?” “Beneran?” Arina terlihat khawatir, tapi dia juga tidak bisa memaksa jika memang Ara tidak mau dibawa ke rumah sakit. Arina memberikan bubur, membantunya untuk memakannya dan setelah memastikan Ara sarapan, lalu meminum obatnya, dia kembali ke depan karena pekerjaannya belum selesai. Saat kembali ke dapur, suasananya sedikit kurang enak. Itu karena ada Davin yang duduk di meja dengan wajah yang kusut. Arina tidak berani bertanya, tapi ada Sintia disana. “Arina..” “Saya, Tuan muda.” begitu namanya dipanggil, Arina berbalik lalu sedikit membungkuk hormat pada Davin. “Kau habis darimana?”“Dari belakang, mengantarkan sarapan juga obat untuk Ara.”“
最終更新日 : 2025-11-23 続きを読む