"Ah, masa?" balas Amelia.Sambil terkekeh kecil. Tak terlalu memikirkannya. "Aku kan nggak pilih-pilih teman. Semua orang sama aja. Kayak kamu contohnya, Kak Sinta," godanya dengan bibir tersenyum menyeringai.Satrio mendengus kesal. Tangannya terulur dengan cepat dan menyentil keras dahi Amelia.Plak!"Kalau dinasihati tuh, nurut aja. Ngerti, nggak?" omel Satrio. Pundaknya bergerak-gerak sedikit ayu.Amelia hanya cengengesan sembari mengusap dahinya."Iya, iya. Aku ngerti. Hubungan kami cuma sebatas dosen sama mahasiswa aja, kok. Lagian aku lebih suka tipe cowok yang hot dan seksi," balasnya santai.Seolah diingatkan oleh kata-kata itu. Satrio mengangkat satu jari, matanya berbinar. "Oh! Mungkin kayak cowok yang dateng sama kamu tadi? Apa dia sugar daddy kamu?"Amelia tersentak. Dia terdiam sejenak, matanya membelalak. Tapi akhirnya, dengan suara sedikit lantang segera membantah. "Enak aja! Itu Ayahnya Karina, tau!" balasnya, tak terima.Satrio mengerjap, lalu langsung tertawa t
최신 업데이트 : 2025-12-05 더 보기