“Bu Anya. Udah, Bu,” seru Lala. Si resepsionis mencoba melerai. Tubuhnya sedikit maju menjadi penghalang antara Anya dan Amelia.Tapi Anya tak peduli. Dia semakin mendekat. Tangannya mendorong pundak Amelia.“Heh! Jawab, dong! Bukannya kamu suka ngelawan? Mau sok jadi korban lagi?” desaknya.Dorongan di pundak itu cukup kasar, hingga membuat Amelia terhuyung ke belakang. Tubuhnya kehilangan keseimbangan.Brugh!Amelia akhirnya terjatuh ke lantai. Gelas berisi air hangat yang masih ia pegang ikut goyah dan isinya tumpah.“Akh!” jerit Anya, menyentak terkena cipratan air itu. Refleks, ia melangkah mundur. Wajahnya langsung mencibir.“Apa-apaan, sih!” desisnya kesal. Sambil mengusap kakinya, mencoba menghilangkan rasa perih itu.Amelia menunduk, wajahnya tersembunyi. Diam-diam, senyum tipis mengembang di bibirnya. 'Rasain!' batinnya puas. Akhirnya, dengan tebal muka, Amelia mulai bangkit berdiri.“Duh. Maaf ya, Bu. Saya nggak sengaja, soalnya Bu Anya yang dorong saya duluan,” jelasn
최신 업데이트 : 2025-12-09 더 보기