"Jika kau pergi, aku juga pergi." Qing’er seakan tahu apa yang ingin dikatakan Lin Tian dan langsung berbicara. Lin Tian hanya bisa tersenyum getir. Ia menatap mata Qing’er, lalu berkata, "Ingatlah untuk melindungi dirimu.""Baik." Qing’er mengangguk. Setelah itu, mereka semua berjalan menuju jalan berbintang kuno dan melangkah masuk ke gerbang bintang.Dalam sekejap, Lin Tian muncul di ruang hampa lain, sebuah dunia kosong. Qing’er dan yang lainnya telah menghilang. Hanya ia yang berada di sana. Sinar cahaya menyinarinya, lalu tiba-tiba, pancaran panas yang sangat kuat melesat keluar. Di dunia hampa itu, tampak seekor burung buas mengerikan menerobos masuk. Burung buas ini ganas dan menakutkan, tidak seperti apa pun yang pernah dilihat Lin Tian sebelumnya. Dalam sekejap mata, ia sudah muncul di hadapannya. Cakarnya yang tajam mencengkeram turun, seolah mampu mencabik-cabik segala sesuatu.Tubuh Lin Tian seketika memancarkan aura yang meluap. Tubuhnya dipenuhi cahaya rune menyilaukan,
Baca selengkapnya