Devan merasa gelisah sejak ancaman Maminya tadi menyeruak di kepalanya. Ada sesuatu dalam nada suara Luna, dingin, datar, namun penuh ketegasan, yang membuat jantungnya terasa seperti diremas dari dalam. Luna bukan tipe wanita yang bicara dua kali. Jika dia sudah mengucapkan sesuatu, maka tindakannya sering kali di luar nalar manusia normal.Dan itulah yang membuat Devan benar-benar frustasi.Ia duduk, kemudian berbaring, miring kanan, miring kiri, berdiri, berjalan sambil memegang pinggang, lalu duduk lagi. Tidak ada posisi yang terasa nyaman. Ponselnya sudah entah berapa kali ia angkat dan letakkan kembali, berharap ada kabar dari Vivian.Namun layar itu tetap gelap.Hening.Bisu.Seakan-akan wanita itu menghilang tanpa meninggalkan satu jejak pun.Devan menutup wajah dengan kedua tangan. Napasnya panas dan kacau.“Vivian… kamu kenapa tidak menghubungiku?” bisiknya lirih.Pikiran buruk mulai merayap, satu per satu.Vivian bukan tipe yang sangat cuek dan tidak perduli. Kalaupun sibuk
최신 업데이트 : 2025-12-09 더 보기