Pada malam perayaan ulang tahun pernikahan kami yang pertama, aku tergeletak di atas karpet merah darah, hampir tak bernyawa.Suamiku, Mason, seorang bos mafia, justru merangkul teman masa kecilnya, Yani, sambil menikmati sampanye dan bercakap dengan gembira.Yani tahu aku alergi wijen. Jadi dia membuat setiap hidangan malam ini disiram saus wijen.Aku baru menggigit satu suap. Tenggorokanku langsung membengkak, paru-paruku seperti terbakar, dan ruam merah menjalar di kulitku.Di ambang sesak napas, aku mengerahkan seluruh tenagaku untuk meraih obat alergi di dalam sakuku.Tapi obat itu meleleh, lengket di telapak tanganku.Obatku ternyata telah ditukar menjadi kacang cokelat M&M!Melihat ekspresiku yang tak percaya, Yani tertawa."Kejutan! Aku sengaja menyuruh Mason mengganti obatmu.""Kita semua tahu kamu cuma pura-pura alergi. Siapa sih yang cuma makan sedikit wijen saja langsung pingsan? Lebay banget."Aku terjatuh dari kursi, berbaring di lantai sambil susah payah bernapas.Di tel
Read more