LOGINPada malam perayaan ulang tahun pernikahan kami yang pertama, aku tergeletak di atas karpet merah darah, hampir tak bernyawa. Suamiku, Mason, seorang bos mafia, justru merangkul teman masa kecilnya, Yani, sambil menikmati sampanye dan bercakap dengan gembira. Yani tahu aku alergi wijen. Jadi dia membuat setiap hidangan malam ini disiram saus wijen. Aku baru menggigit satu suap. Tenggorokanku langsung membengkak, paru-paruku seperti terbakar, dan ruam merah menjalar di kulitku. Di ambang sesak napas, aku mengerahkan seluruh tenagaku untuk meraih obat alergi di dalam sakuku. Tapi obat itu meleleh, lengket di telapak tanganku. Obatku ternyata telah ditukar menjadi kacang cokelat M&M! Melihat ekspresiku yang tak percaya, Yani tertawa. "Kejutan! Aku sengaja menyuruh Mason mengganti obatmu." "Kita semua tahu kamu cuma pura-pura alergi. Siapa sih yang cuma makan sedikit wijen saja langsung pingsan? Lebay banget." Aku terjatuh dari kursi, berbaring di lantai sambil susah payah bernapas. Di telingaku terdengar suara orang-orang lain yang sedang bertaruh berapa lama aku akan ‘berakting’ kali ini. "Mason… berikan obatku…" Aku memohon dengan suara parau. "Kumohon… aku benar-benar akan mati…" Dia menghela napas. "Drama banget. Kalian perempuan bisa nggak sih berhenti pakai kata ‘mati’ buat mengancam laki-laki? Apa aku belum cukup mencintaimu?" "Yani benar. Selama aku nggak peduli, kamu sendiri yang akan berhenti dengan akting murahan ini." Saat itu, hatiku terasa lebih sakit daripada tenggorokanku. Aku tak lagi menjelaskan apa pun. Dengan tangan gemetar, aku mengirim sinyal permintaan bantuan kepada keluargaku.
View MoreMason tidak mau menandatangani surat cerai.Mungkin itu adalah satu-satunya bentuk perlawanan yang bisa ia lakukan ketika dirinya sudah tidak memiliki apa pun.Tapi ketika tim pengacara ayahku ‘menjelaskan’ konsekuensi dari tidak menandatangani, dan mengisyaratkan bahwa sisa hidupnya mungkin akan dipenuhi tuntutan hukum tanpa akhir dan berbagai ‘kecelakaan’, dia akhirnya menyerah.Proses perceraian kami berlangsung sangat cepat.Ketika aku kembali bertemu dengannya, kondisinya bahkan lebih menyedihkan daripada sebelumnya, seperti gelandangan yang hidup di pinggir jalan.Ketika melihatku, matanya langsung memancarkan cahaya. Ia berlari ke arahku dan menghadang jalanku."Ruby, jangan pergi."Dia mencengkeram lenganku dengan kekuatan yang mengejutkan."Aku tahu aku salah. Aku tahu aku bajingan! Beri aku satu kesempatan lagi, terakhir kali! Aku nggak mau apa pun. Perusahaan, uang, status… semuanya bisa kulepas. Aku hanya mau kamu. Mari kita kembali seperti dulu, boleh?"Dia mencoba memeluk
Sebulan kemudian, tibalah saat Acara Pemimpin Bisnis Tahunan.Acara yang menghimpun seluruh pengusaha top dalam negeri itu adalah panggung tertinggi bagi kekuasaan dan kekayaan.Dan tahun ini, pusat perhatian tanpa diragukan lagi adalah Keluarga Jenner.Lima menit sebelum naik ke panggung, aku berdiri di ruang istirahat pribadi di belakang panggung, menatap bayanganku di cermin.Gaun hitam panjang yang dibuat khusus membalut tubuhku dengan potongan yang tegas dan elegan, membuat posturku tampak tegap dan kuat.Riasan di wajahku tajam dan sempurna, tatapanku mantap dan penuh percaya diri.Orang dalam cermin tampak begitu asing, namun juga begitu familiar.Aku seolah masih bisa melihat diriku sebulan lalu. Gadis yang memakai gaun sederhana, dengan hati penuh kebahagiaan saat menyiapkan pai apel untuk suaminya.Aku juga bisa melihat diriku yang tergeletak di lantai dingin, tubuh berantakan oleh selai dan wiski, terengah-engah… hanya demi bertahan hidup.Rasa sakit dan penghinaan itu, sepe
Hari saat aku keluar dari rumah sakit, cuacanya sangat cerah.Aku mengenakan setelan jas putih dengan potongan yang rapi, dan memotong rambut panjang yang telah kupelihara selama bertahun-tahun untuk Mason. Rambut pendek yang ringkas membuatku merasa seperti mendapatkan hidup baru.Asistenku membukakan pintu mobil, dan ketika aku duduk di kursi belakang, ia mulai melaporkan dengan suara tenang."Nona, soal perkembangan terbaru Perusahaan Morg. Kita sudah memutus delapan puluh persen proyek kerja samanya, dan beberapa bank utama juga telah menarik kembali pinjaman mereka.""Menurut analisis konsultan keluarga, Perusahaan Morg pasti bangkrut dalam minggu ini."Aku mengangguk, menatap pemandangan kota yang melaju cepat di balik jendela mobil."Selain itu..." lanjut asistenku. "Jaksa daerah sudah mengajukan tuntutan terhadap Yani atas dugaan penganiayaan dengan sengaja.""Buktinya lengkap, dan seluruh aset Keluarga Yart juga telah disita oleh badan pajak federal karena penggelapan pajak da
Saat aku kembali sadar, aku sudah terbaring di rumah sakit pribadi Keluarga Jenner yang terletak di pusat kota.Tempat ini bahkan lebih mewah dan tenang daripada hotel bintang lima mana pun, dengan aroma lembut cairan disinfektan memenuhi udara.Tangan yang sempat diinjak oleh sepatu hak tinggi Yani telah menjalani operasi oleh ahli bedah profesional dan kini dipasangi gips.Pembengkakan di tenggorokan sudah mereda, meski setiap kali berbicara masih terdengar serak.Ayah duduk di samping tempat tidurku. Hanya dalam satu malam, ia terlihat seperti menua sepuluh tahun.Saat melihatku terbangun, sorot matanya langsung dipenuhi rasa bersalah dan sayang yang dalam."Ruby, gimana perasaanmu?"Ia menggenggam tanganku yang tidak terluka, tangannya terasa hangat dan kuat"Sudah jauh lebih baik, Ayah." Aku tersenyum, sebuah senyum yang benar-benar tulus dari hati.Pesta itu, yang hampir merenggut nyawaku, terasa seperti mimpi buruk. Dan kini, aku sudah terbangun.Namun, ada sedikit rasa tidak te
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.