Chloe tidak sanggup berkata-kata lagi. Jangan bertanya balik, dalam rangka apa Jordan meminta Chloe menemaninya? Rasanya, ia ingin menghilang saat itu juga. "Baik!" jawab Chloe singkat.Tanpa menoleh lagi, Chloe setengah berlari menuju pintu, memutar kuncinya dengan tangan gemetar, dan menghambur keluar. Dia menghilang di balik lorong gelap mansion yang sunyi, meninggalkan aroma tubuhnya yang manis bercampur minyak peppermint yang kini memenuhi kamar sang tuan besar.Tinggallah Jordan sendirian di kamar yang remang-remang itu.Pria itu menatap langit-langit kamar. Tubuhnya terasa ringan, seringan kapas. Beban berat yang menumpuk di kedua pahanya selama berbulan-bulan hilang sudah, digantikan rasa rileks yang luar biasa.Namun, ada yang aneh.Otot-otot kakinya yang biasanya kaku, dingin, dan mati rasa, kini terasa... berbeda. Ada aliran hangat yang menjalar halus. Bukan hanya berpusat di paha, tapi merambat turun perlahan melewati lutut, betis... sampai ke ujung kaki.Jordan menatap
ปรับปรุงล่าสุด : 2025-12-18 อ่านเพิ่มเติม