Tubuh Adriana membeku saat mendengar suara itu. Buku catatan kecil di tangannya gemetar, nyaris terlepas dari cengkeraman jari-jarinya yang memutih. Perlahan, Adriana menoleh ke belakang.Ayahnya berdiri di sana. Pria itu terlihat kacau. Pakain yang ia kenakan begitu kusut, wajahnya dipenuhi rambut halus yang tidak dicukur, dan ada lingkaran hitam di bawah matanya. “Ayah...” bisik Adriana.Charles mendengus kasar, matanya menyapu penampilan Adriana dari ujung kepala hingga ujung kaki. Ia menatap apron kotor yang melingkar di pinggang putrinya, noda makanan di seragamnya, dan tangan Adriana yang kasar.“Lihat dirimu,” Charles tertawa sinis. “Pantas saja kau menghilang. Jadi di sini kau bersembunyi? Menjadi pelayan rendahan? Apa kau dipecat, hah?”“Pelankan suaramu,” desis Adriana, matanya memandang sekeliling. Beberapa pelanggan mulai menoleh, terganggu oleh keributan itu.“Kenapa? Kau malu?” Charles justru melangkah maju, mencengkeram bahu Adriana dengan kasar. “Kau putri tidak berg
Last Updated : 2026-01-06 Read more