Tatapan Xiao Fan yang semula tenang berubah menjadi sedingin pisau. Begitu Kong Su menyebut Li’er—anaknya—seluruh udara di sekitar Xiao Fan seolah membeku.Jika hanya dirinya yang dihina, ia bisa mengabaikannya. Namun mengancam anaknya?Itu adalah garis batas yang tidak boleh disentuh siapa pun.Xiao Fan menatap Kong Su seperti menatap mayat yang sudah menunggu liang kubur. Tatapan itu membuat Kong Su merinding, mengingat kembali bagaimana ia dihancurkan oleh Xiao Fan hanya dengan beberapa langkah.Namun karena leluhurnya berdiri di sampingnya, Kong Su kembali berani. Ia mengangkat dagunya, memaksakan senyum sinis.“Apa kau tidak dengar?!” Kong Su meraung. “Aku akan mengulitimu hidup-hidup! Dan anakmu juga akan—”Ia tidak sempat menyelesaikan kalimatnya.Xiao Fan menarik napas panjang, menahan amarah yang membara di dadanya. Namun niat membunuh yang terpancar dari tubuhnya semakin kuat, seperti badai yang siap meledak.“Maaf, Kong Su…” Suara Xiao Fan rendah, dingin, dan
Ler mais