“Masa cihh, kamu masih muda lohh, berapa sih usiamu?” kata Falen kaget, sambil menatap tubuh jangkung kokoh Salman.“Baru…15 tahun kurang 2,5 bulanan lahh,” sahut Salman tanpa ragu, anak ini memang rada pendiam, tapi kalau soal pede, dia hebat dan berani terima tantangan, apalagi kalau soal berantem, jangan di tanya, pasti di ladeninya.“Ih nakalnya, masih remaja sudah ngerti yang begituan, ntar kalau aku pijat kasian pacar kamu, dia pasti keteteran loh? Mana masih muda lagi, milik kamu ini masih bisa gede loh nanti sampai usiamu 18 taunan,” ceplos Falen menahan tawa.Salman, layaknya anak yang baru gede, yang suka sesuatu yang baru, bukannya surut, malah makin penasaran.“Masa sih bi, benarkah? Tolonglah therapy yaah, aku janji akan rahasiakan ini,” bujuk Salman.“Iya ya lah, masa kamu mau cerita perabotan sendiri, tapi kalau kelak kekasih kamu keteteran, jangan salahin bibi yaah?” Falen senyum misterius dan ini tidak di sadari Salman.“Nanti malam aku therapy, sekarang kamu istriraha
Última actualización : 2026-05-25 Leer más