Hari Selasa tiba, Selene menatap layar ponselnya dengan ekspresi datar. Jika saja membanting ponsel tidak memerlukan biaya untuk memperbaikinya, ia sudah melakukannya sejak tadi.> "Selene sayang, hati-hati ya, Aku nanti bareng Alex ya nyusulnya! Semangat ya hadepin tunangan tercinta! Hehe.""Hehe kepalamu," umpat Selene pelan. Ia berdiri sendirian di trotoar depan gedung pusat Romano Engineering Group. Gedung itu adalah sebuah gedung kaca dan baja yang menjulang tinggi, seolah-olah sedang mengejek Selene yang hanya membawa satu map kulit berisi proposal dan laptop di dalam totebag cream kesayangannya.Hai ini gadis itu harus menghadapi Leonard Romano sendirian. Tanpa Hana yang jago bicara, tanpa Alex yang paham teknis mesin, dan tanpa Fiona yang biasanya bisa mencairkan suasana.Selene menarik napas panjang, merapikan kemeja miliknya yang terasa sedikit lembap karena keringat dingin,"Padahal aku tidak sedang akan wawancara kerja tapi kenapa aku segugup ini sih?"Wawancara kerja sih
Terakhir Diperbarui : 2026-01-19 Baca selengkapnya