LOGINPernikahan politik adalah hal biasa di keluarga elit. Namun Selene Cromwell tak pernah menyangka, ia yang akan dipilih sebagai tunangan Leonard Romano, CEO Romano Engineering Group. Bukan karena perusahaannya bangkrut. Bukan pula karena paksaan. Melainkan karena Leonard justru memilih Selene dibandingkan adiknya, Rosette, yang hidup di dunia sosialita. Awalnya, Selene kira Leonard akan sama seperti laki-laki berkuasa pada umumnya, yang hanya menginginkan 'istri pajangan', tetapi... “Selene, kau tunanganku. Aku berhak mengkhawatirkanmu.” “Mari kita bicara dengan kepala dingin. Aku tidak ingin tidur saat kau masih marah padaku.” “…Moonlight, jangan tinggalkan aku.” Selene tidak mengerti kapan hubungan ini berubah dari kontrak menjadi sesuatu yang lebih berbahaya. Namun satu hal pasti. Ia tidak akan menolak perhatian suami tampan ini!
View MoreBagaimana Selene bisa lupa dengan wanita itu?Tidak— yang ada di pikiran Selene adalah, darimana perempuan yang seharusnya menjadi adik tirinya itu mendapatkan tenaga untuk terus menerus melakukan semua hal ini?Ini sudah ke-sekian kalinya Rosetta "bertarung" dengannya, tidakkah gadis itu lelah?Selene juga sudah tidak lagi berada di dalam kediaman Cromwell untuk mendapatkan afeksi dan juga pengakuan dari Oliver. Dia sudah mendapatkan seluruh perhatian khusus Ayahnya sekarang, apa lagi yang gadis itu inginkan?Leonard?Apa ia melakukannya hanya karena pria?"Atau apakah ini karena harga diri?"Benar juga, Rosetta belum pernah gagal "mengambil" pria disekitarnya. Afeksi ayahnya, crush-nya di jaman SMA dahulu, Matteo…Dan kemarin Leonard.Tidak ini bukan cinta, ia hanya ingin menang."Apa harus aku kasih saja? Tapi aku sudah menandatangani kontrak."Selene melirik jam dinding bandul yang berada di lorong menuju dapur.13.15Selene tidak yakin di jam berapa Leonard pulang, tapi ia yakin
11.37Selene tidak bisa menyangka dirinya akan terlelap 4 jam setelah sarapan pagi tadi. Walaupun ia memang bergadang semalaman, ia pikir ia akan tertidur setidaknya dua atau tiga jam saja.Untung saja gadis itu libur hari ini.Selene lalu memutuskan untuk mandi karena merasa tubuhnya lengket. Walau ruangan itu full AC, tetap saja gadis itu merasa ia masih perlu untuk mandi setidaknya sehari sekali walau sedang libur.Setelah mandi dan mengenakan pakaian santai. Selene mengeringkan rambutnya dengan handuk sambil berjalan menuju dapur untuk mengambil air minum."Udah siang juga, enak masak atau beli ya…" Gumamnya.Selene akhirnya memutuskan untuk membuka ponselnya awalnya ia hanya ingin membuka app untuk bisa memesan makanan, tetapi begitu menyalakan ponselnya, benda pipih berbentuk kotak itu langsung menunjukkan banyak notifikasi.Bukan cuma satu atau dua notifikasi ponsel baru dinyalakan.Tapi ratusan.Instagram: 847 notificationsTwitter: 589 notificationsWhatsApp: 125 messagesMis
Selene menatap langit-langit kamarnya.Jam digital di meja samping menunjukkan pukul 04:47."Bisa gila aku."Gadis itu sudah mencoba berbagai posisi tidur. Miring ke kanan, miring ke kiri, tengkurap, meringkuk dan juga terlentang. Tapi tidak ada yang berhasil membuatnya tidur.Benar-benar menyebalkan."Argh!" Selene akhirnya menyerah dan duduk di tempat tidur, rambutnya berantakan seperti sarang burung.Selene melirik jam lagi.05:15"Sudah jam segini dan aku masih belum tidur dari semalam…"Matanya sebenarnya terasa berat, tapi ia tetap tak bisa tertidur. Setiap kali ia menutup mata, bayangan Leonard tanpa baju terus muncul di benaknya.Untung saja ia hanya memiliki satu mata kuliah hari ini, dan itu di siang hari.Gadis itu mencoba untuk memejamkan mata kembali tetapi…Kruyuukkkk….Perutnya berbunyi, sepertinya sandwich yang semalam ia makan hanya mengganjal perutnya sebentar.Selene sekali lagi melirik jam digital di jam samping,05:30."…Dia sudah bangun belum ya?" Selene bertanya
Nafas Leonard terasa berat, mata biru miliknya membulat melihat rumah tempatnya dibesarkan sekarang menjadi begitu hancur. Sofa kain berwarna putih gading yang selalu menjadi tempatnya bermain dan bercerita bersama kedua orang tuanya kini memiliki bercak-bercak merah yang begitu pekat.Ruangan yang dulu begitu rapi kini hancur. Vas bunga kristal kesayangan milik ibunya pecah berserakan di lantai, memantulkan cahaya lampu yang berkedip-kedip. Lukisan keluarga jatuh dari dinding, bingkainya retak. Meja kopi terbalik. Sofa robekIni adalah neraka."Leo! Bawa bundamu dan Arggghhh—"Nafas remaja berumur delapan belas tahun itu tercekat. Namun ia menuruti ucapan dari ayahnya, panutan hidupnya itu dan pergi mencari sang ibu."Bunda!""Leo! Lari jangan kesini!"Teriak sang ibu dari ujung lorong."Tapi—""LEO LARI!"BANG—"!!!"Pria dengan perawakan tinggi itu tersentak duduk di atas kasurnya. Nafasnya memburu, tangannya menggenggam seprai kasurnya erat."…Mimpi."Rambut pirangnya sedikit bas
"Bertahanlah sebentar lagi. Kita bisa langsung pulang setelah pengumuman tanggal pernikahan."Itulah yang dikatakan Leonard satu jam yang lalu.Selene menatap pemandangan di luar jendela mobil dengan kening berkerut. Walau Selene tidak hafal setiap jalan yang ada di kota ini, setidaknya ia tahu jela
"Ayo bangun non, siap-siap."Suara Mbok Ina sambil menggoyang-goyangkan tubuh nonanya yang berambut ash brown yang masih terbungkus selimut."Mmmh…" Selene hanya menggeram khas orang yang masih enggan untuk bangun. Matanya masih tertutup, tubuh masih meringkuk dan bukannya bangun gadis itu malah m
Selene keluar dari lift menuju lantai dasar untuk bertemu teman-teman nya di loby. Mata hazel gadis itu menatap kartu yang ada ditangan kanan-nya. Sebuah kartu berwarna hitam dengan logo Romanao Engineering tertulis di kartu tersebut.[Setengah jam yang lalu]"Kalau kau perlu, nanti aku kirimin fil
Hari Selasa tiba, Selene menatap layar ponselnya dengan ekspresi datar. Jika saja membanting ponsel tidak memerlukan biaya untuk memperbaikinya, ia sudah melakukannya sejak tadi.> "Selene sayang, hati-hati ya, Aku nanti bareng Alex ya nyusulnya! Semangat ya hadepin tunangan tercinta! Hehe.""Hehe


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.