Aku mendorongnya ke samping dengan kedua tangan. Bos menatapku dengan curiga.“Ada apa?”“Oh, nggak apa-apa. Aku baru pulang kerja, badanku masih keringatan, aku mau mandi dulu.”“Oke, cepat ya.” Bos berbaring di tempat tidur, wajahnya penuh hasrat.Aku perlahan membuka pintu kamar tidur dan membawa Anggi ke kamar mandi.“Om, kenapa Om membantu Mama, bukannya aku? Aku merasa nggak nyaman lagi.”Dia menatapku dengan ekspresi lapar. Dia hanya mengenakan pakaian dalam, dan jelas dia sudah basah.Aku berbisik padanya, “Setelah Om bantu Mamamu dulu ya? Oke?”“Kamu nggak boleh cerita kejadian tadi siang sama siapa pun, apalagi ke Mamamu.”Anggi menatapku dengan matanya yang besar dan bulat, lalu bertanya, “Kenapa?”Aku tidak tahu bagaimana menjelaskannya, jadi aku hanya berkata, “Kamu jangan banyak tanya. Kalau kamu nggak mau dengar kata Om, Om juga nggak mau bantu kamu.”Mendengar itu, Anggi langsung mengangguk. “Oke, aku janji nggak akan bilang sama siapa pun.”Aku akhirnya lebih rileks da
Read more