Bab 150: Senangnya Bisa Kembali (2) Wilayah Fenris, di dekat kastil penguasa, ramai dengan pembangunan. Para pekerja sibuk mengangkut material dan membangun fondasi struktur. Namun, ada satu bagian lokasi konstruksi yang anehnya sepi. “Hei, hei, bukankah hidup makin mudah belakangan ini?” Alfoi, yang sedang bermalas-malasan di tanah dengan jubah compang-camping, bergumam santai. Penyihir lain, yang tergeletak di dekatnya, semua mengangguk setuju. Mereka juga mengenakan jubah usang yang serupa. Bagi siapa pun yang lewat, mereka lebih terlihat seperti pekerja konstruksi daripada penyihir menara sihir yang membanggakan. Alfoi, yang mengunyah sepotong rumput sambil berbaring di sana, tampak seperti lambang pemalas. “Kuharap Tuan tidak kembali.” Alfoi menggerutu, dan penyihir lain mengangguk lagi setuju. “Itu pasti akan menyenangkan.” Dengan ketidakhadiran Tuan, suasana terasa s
더 보기