Anya menaruh jas tersebut di sofa dan belum sempat ia bergerak jauh, sebuah tangan kokoh menyambar pergelangan tangannya. "Tuan!" pekik Anya. Anya begitu terkejut saat tubuhnya ditarik dengan satu sentakan kuat oleh Arkan dan dalam sekejap punggungnya sudah menempel pada pintu kayu jati yang dingin, sementara tubuh tegap Arkan mengurungnya tanpa celah, aroma sandalwood yang bercampur dengan parfum mahal pria itu kembali menyerang indra penciumannya membuatnya pening seketika. Arkan tidak mengatakan sepatah kata pun, matanya yang biasanya dingin kini tampak menggelap, penuh dengan kilatan yang sulit diartikan, sesuatu yang jauh lebih intens daripada sekadar akting di depan orang tuanya. Arkan menangkup wajah Anya dengan satu tangan, sementara tangan lainnya tetap mengunci pinggang Anya dan menekan wanita itu agar tetap menempel padanya, Arkan tidak membiarkan Anya menjauh darinya sedikitpun. Detik berikutnya, Arkan menunduk dan menyatukan bibir mereka. Berbeda dengan c**m*n di
Last Updated : 2026-01-09 Read more