Di tempat tidur, hasratku menjadi makin liar. Bukan karena aku terlalu mesum, melainkan karena ayah mertuaku terlalu menggoda. Setelah sekian lama, aku akhirnya terpuaskan.Suara ketukan pintu yang datang mendadak pun mengejutkan kami. Suamiku berteriak sekeras-kerasnya, "Ayah, Sayang! Buka pintunya! Aku lupa bawa kunci!"Bukankah suamiku sedang lembur? Kenapa dia pulang begitu tiba-tiba? Jika dia melihatku dalam keadaan seperti ini, aku akan mendapat masalah besar. Sebelumnya, dia memang berkata kasar dan memintaku membantu ayahnya melepaskan hasrat. Namun, aku tahu maksudnya. Maksudnya paling-paling hanyalah membiarkanku menggunakan tangan, bukan benar-benar melakukannya.Sekarang, ayah mertuaku sama sekali tidak bersedia meninggalkanku. "Sonia, berhubung dia nggak punya kunci, ayo kita lanjutkan. Dia nggak akan bisa masuk!"Ayah mertuaku pasti kecanduan seks. Tidakkah dia tahu bahwa nafsu adalah hal yang berbahaya?Pada akhirnya, ayah mertuaku tidak melanjutkannya. Mungkin dia juga
Ler mais