Siang itu, Alaric datang menemui Madeleine di taman dekat Paviliunnya. "Kemarin ibu saya datang mengganggu Anda soal kandidat calon istri saya. Saya ke sini untuk meminta maaf atas tindakannya," ujar Alaric membuka percakapan. "Tidak masalah. Sudah menjadi salah satu tugas saya untuk membantu memberikan masukan," balas Madeleine tenang. Ia terdiam sejenak sebelum memancing, "Anda sendiri sudah melihat daftar kandidatnya?" Alaric mengangguk pasti. "Sudah." Melihat respons tenang itu, Madeleine semakin yakin ada yang tidak beres. "Maaf, tapi saya merasa semua ini bukan sekadar kebetulan. Saya tahu Anda tidak pernah tertarik dengan perjodohan seperti ini. Anda hanya ingin menikah jika sudah yakin pada wanitanya." Alaric terdiam. Netranya bergerak waspada, mengedarkan pandangan ke sekeliling seperti sedang mengintai sesuatu. "Tidak ada orang dalam radius sepuluh meter dari sini," potong Madeleine, membaca situasi. "Semua pelayan sudah saya perintahkan menjauh, bahkan pelayan p
Last Updated : 2026-06-15 Read more